Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Perkembangan mobilitas perkotaan tidak lagi hanya mengandalkan kendaraan bermotor. Dalam beberapa tahun terakhir, sepeda dan sepeda listrik mulai mendapatkan perhatian lebih sebagai alternatif transportasi yang praktis, ekonomis, sekaligus ramah lingkungan.
Tren tersebut terlihat dalam gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, di mana berbagai produsen menghadirkan beragam pilihan sepeda dan sepeda listrik untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Mulai dari sepeda gunung, sepeda lipat, sepeda perkotaan, hingga sepeda listrik dengan berbagai karakter penggunaan ditampilkan sepanjang pameran berlangsung.
Meningkatnya minat terhadap sepeda listrik tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang lebih efisien untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah.
Kehadiran kendaraan ini dinilai mampu menjadi solusi mobilitas harian tanpa harus bergantung pada konsumsi bahan bakar minyak.
Selain itu, sepeda listrik juga menawarkan biaya operasional yang relatif rendah serta kemudahan penggunaan, terutama bagi masyarakat yang ingin mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari seperti berangkat kerja, berbelanja, maupun beraktivitas di lingkungan sekitar tempat tinggal.
Di sisi lain, sepeda konvensional tetap memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana transportasi, sepeda juga semakin identik dengan gaya hidup sehat yang menggabungkan aktivitas fisik dan mobilitas dalam satu waktu.
Dalam pameran Jakarta Fair 2026, sejumlah model dengan desain yang beragam turut ditampilkan untuk menjangkau berbagai segmen pengguna, mulai dari anak-anak, remaja, hingga keluarga.
Beberapa koleksi bahkan hadir dengan desain tematik yang menyasar kebutuhan gaya hidup dan personalisasi pengguna.
Direktur Terang Dunia Internusa Tbk, Andrew Mulyadi, menilai Jakarta Fair menjadi salah satu momentum penting untuk melihat perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berubah.
Menurutnya, minat terhadap sepeda dan sepeda listrik menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin terbuka terhadap pilihan transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
”Sepeda dan sepeda listrik kini bukan hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga mulai digunakan sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari. Tren ini menunjukkan adanya perubahan pola transportasi yang lebih memperhatikan aspek kesehatan, efisiensi, dan lingkungan,” ujarnya.
Selain menjadi tempat untuk melihat berbagai model terbaru, pameran juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba langsung sejumlah produk yang dipamerkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Bahkan lewat pameran ini menawarkan potongan harga hingga 50 persen.
Dengan semakin banyaknya pilihan yang tersedia di pasar, sepeda dan sepeda listrik diperkirakan akan terus menjadi bagian dari ekosistem transportasi perkotaan di masa depan. Kehadirannya tidak hanya menawarkan alternatif mobilitas yang lebih hemat, tetapi juga mendukung upaya mengurangi emisi dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI