Buka konten ini

GANGGUAN distribusi air bersih kembali melanda sejumlah kawasan di Batam Center, Rabu (10/6). Aliran air dilaporkan tidak mengalir sejak pagi akibat kebocoran pada pipa distribusi utama di kawasan Simpang Grand BSI, Cikitsu, sehingga mengganggu aktivitas ribuan pelanggan.
Sejumlah kawasan terdampak antara lain Perumahan Kapital Raya, Taman Bapede, Cluster Daun, Cendana, Batara, Dotamana, BSI, Taman Anugerah ideal, Papa Mama, serta beberapa permukiman lainnya di sekitar Batam Center.
Akibat gangguan tersebut, warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit pelanggan yang mengaku tidak dapat mandi, mencuci, maupun menjalankan aktivitas rumah tangga lainnya karena tidak memiliki cadangan air bersih.
Bahkan, sejumlah anak dilaporkan terlambat hingga tidak berangkat ke sekolah karena kesulitan mempersiapkan diri pada pagi hari. Kondisi serupa juga dialami para pekerja yang kesulitan beraktivitas akibat terhentinya pasokan air.
“Air mati sejak pagi. Kami tidak bisa mandi dan mencuci. Anak-anak juga ada yang terlambat berangkat sekolah karena kesulitan air,” ujar Maman, salah seorang warga Batam Centre.
Keluhan serupa ramai disampaikan warga melalui berbagai grup media sosial dan aplikasi percakapan. Mereka berharap gangguan tersebut segera ditangani mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat.
Menanggapi hal itu, Corporate Communication PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, membenarkan adanya gangguan distribusi air bersih yang berdampak pada sejumlah kawasan di Batam Centre. Ia menjelaskan, kebocoran terjadi pada jaringan distribusi utama di Simpang Grand BSI.
“Ada pipa yang mengalami kebocoran di Simpang Grand BSI,” kata Ginda saat dihubungi Batam Pos, Rabu (10/6).
Sementara itu, terkait kebocoran di Simpang K-Square, menurut Ginda, kebocoran kali ini terjadi di lokasi yang sama dengan titik perbaikan yang sebelumnya telah ditangani pada Senin (8/6).
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, kondisi tanah di sekitar lokasi masih dalam keadaan lembek dan labil setelah pekerjaan perbaikan sebelumnya.
“Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran tanah yang memengaruhi posisi pipa serta thrust block atau penahan pipa. Akibatnya sambungan pipa mengalami pergeseran dan terjadi kebocoran kembali,” ujarnya.
Saat ini, tim teknis ABH masih melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat. Langkah tersebut dinilai penting agar pekerjaan perbaikan tidak hanya cepat dilakukan, tetapi juga mampu memberikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain mempertimbangkan aspek teknis, perusahaan juga memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Keselamatan petugas yang bekerja di lapangan menjadi prioritas utama dalam setiap proses perbaikan yang dilakukan,” kata Ginda.
Selama proses penanganan berlangsung, PT Air Batam Hilir menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki untuk membantu pelanggan yang terdampak gangguan.
“Distribusi air bersih akan dilakukan 1×24 jam ke pelanggan yang terdampak akibat gangguan tersebut,” ujarnya.
ABH juga mengimbau pelanggan SPAM Batam untuk menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi selama pekerjaan perbaikan berlangsung. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari hingga distribusi air kembali normal.
Perusahaan turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan layanan tersebut. ABH berjanji akan terus memberikan informasi perkembangan pekerjaan secara berkala hingga proses perbaikan selesai dilaksanakan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas pengertian, dukungan, dan kerja sama seluruh pelanggan SPAM Batam selama proses perbaikan berlangsung,” tutup Ginda. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO