Buka konten ini

elektronik, termasuk smartphone. Foto: chatgpt
XIAOMI Indonesia mengungkapkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan terbatasnya ketersediaan komponen memori di pasar global berpotensi mendorong kenaikan harga perangkat elektronik, termasuk smartphone.
Direktur Pemasaran Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menjelaskan bahwa perusahaan masih terus mencermati dinamika pasar dan kondisi industri sebelum memutuskan langkah terkait penyesuaian harga produk di Indonesia.
”Jadi kalau misalnya dilihat, bukan hanya kenaikan dari mata uang, tapi situasi kita di industri dengan keterbatasan RAM itu juga beberapa (jadi alasan) meningkatkan harga,” ujar Andi di Jakarta, Selasa (2/6).
Menurutnya, harga gawai saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kelangkaan pasokan memori, khususnya RAM, juga menjadi faktor penting karena meningkatnya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI) yang turut menyerap komponen tersebut dalam jumlah besar.
Meski demikian, Xiaomi belum dapat memastikan apakah akan melakukan penyesuaian harga dalam waktu dekat. Perusahaan masih mengevaluasi berbagai faktor yang memengaruhi biaya produksi dan distribusi.
”Kita belum bisa memberikan kepastian kapan waktu (disesuaikannya harga), tapi intinya kami di Xiaomi selalu melihat bagaimana kita bisa memberikan value-nya supaya lebih relevan di sini,” kata Andi.
Ia menambahkan bahwa perkembangan industri teknologi global saat ini berpotensi memberikan tekanan terhadap harga perangkat elektronik pada masa mendatang.
Karena itu, konsumen yang berencana membeli gawai disarankan mempertimbangkan waktunya dengan matang, mengingat kemungkinan kenaikan harga apabila dolar AS terus menguat dan pasokan komponen tetap terbatas.
Sementara itu, sejumlah produsen dan distributor perangkat teknologi di Indonesia juga mulai mewaspadai dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor dan harga jual produk di dalam negeri. Hal ini juga diakui oleh Apple.
Farah Fausa Winarsih, GM Marketing Apple Business PT. Map Zona Adiperkasa, menjelaskan bahwa pihaknya memang tak bisa mengontrol fluktuasi dolar AS. Namun, dia tak memungkiri bahwa pelemahan rupiah akan berdampak pada pricing produk Apple.
“Sudah pasti akan ada efek ke dalam pricingnya kita, tapi kita kan ingin selalu membuat produk Apple itu affordable untuk semua orang. Walaupun secara dolar ada kenaikan tapi dengan semua promo yang bisa kita kasih, itu akan membuat masih mudah lah untuk mendapatkannya (produk Apple),” kata Farah di Jakarta, Jumat (22/5). (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI