Buka konten ini
Di usia ke-54 tahun, Li Claudia Chandra tidak hanya hadir sebagai pemimpin bagi Batam, tetapi juga menjadi rumah dan penguat bagi keluarganya. Di balik ketegasan dan kesibukannya melayani masyarakat, tersimpan perjalanan panjang tentang keteguhan, pengabdian, dan cinta yang tumbuh dalam diam. Ulang tahun itu pun menjadi pengingat bahwa ada sosok yang semakin bertambah usia, sekaligus semakin dipenuhi harapan banyak orang.

DI tengah kesibukan memimpin Batam dan menghadapi berbagai persoalan kota yang tak pernah benar-benar selesai, Plh Wali Kota sekaligus Plh Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra memasuki usia ke-54 tahun dengan cara yang sederhana. Tanpa pesta berlebihan dan tanpa gemerlap seremoni.
Namun, justru dari ucapan-ucapan yang mengalir pada Minggu (24/5) itu, publik melihat sisi lain seorang perempuan yang selama ini dikenal tegas di lapangan. Bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga seorang ibu, tempat pulang keluarga, sekaligus sosok yang diam-diam memikul banyak harapan masyarakat Batam.
Usia memang hanya angka bagi sebagian orang. Tetapi bagi sebagian lainnya, umur adalah jejak panjang tentang bertahan hidup. Tentang bagaimana seseorang melewati tekanan demi tekanan, jatuh lalu bangkit lagi, memikul tanggung jawab yang tak ringan, dan tetap memilih berjalan ketika keadaan tak selalu berpihak.
Di usia ke-54 tahun, wanita yang juga menjabat Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam tersebut, tampaknya sedang berdiri di titik perjalanan itu.
Tidak ada pesta besar pada hari ulang tahunnya. Tidak pula kemewahan yang dipertontonkan. Namun, perhatian yang datang dari berbagai arah justru memperlihatkan bagaimana sosok Li Claudia selama ini hidup di tengah banyak orang.
Beberapa waktu terakhir, namanya memang semakin sering terlihat di lapangan. Ia hadir di tengah persoalan banjir, jalan rusak, sampah, pelayanan publik, hingga berbagai persoalan masyarakat kecil yang selama ini kerap menunggu penyelesaian. Dalam ritme pemerintahan Batam yang cepat dan penuh tekanan, Li Claudia menjadi salah satu figur yang paling aktif turun langsung memastikan persoalan warga benar-benar ditindaklanjuti.
Tetapi di balik ketegasan itu, ada sisi personal yang jarang terlihat publik.
Ucapan yang paling menyentuh justru datang dari anak kandungnya sendiri, Maria Teresa Suhardja, melalui unggahan media sosial pribadi. Bukan sekadar ucapan ulang tahun biasa. Tulisan itu seperti membuka sedikit pintu tentang bagaimana Li Claudia hadir di tengah keluarganya.
“Sebagian keras kepalaku, lahir dari cara ibu mengajarkanku untuk tidak mudah tunduk pada keadaan,” tulis Maria.
Kalimat itu sederhana, tetapi terasa berat dan menyentuh. Seolah menyimpan cerita panjang tentang bagaimana seorang ibu mendidik anaknya untuk kuat menghadapi hidup. Tentang keteguhan yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi tumbuh perlahan di dalam rumah, melalui doa-doa yang diam-diam dipanjatkan setiap hari.
Maria juga menulis bahwa kekuatan dan tekad yang ia miliki hari ini tumbuh dari sosok ibunya.
“Aku mungkin mewarisi banyak hal dari ibu, namun yang paling berharga adalah cara bertahan, cara tetap kuat dan selalu berbuat baik meski dunia tak selalu ramah,” tulisnya lagi.
Di tengah dunia yang semakin gaduh dan keras, kalimat itu terasa seperti pengingat bahwa ada banyak perempuan yang sedang berjuang tanpa banyak bicara. Mereka tetap berdiri meski lelah. Tetap menjadi penguat meski dirinya sendiri mungkin sedang rapuh.
Dan bagi Maria, Li Claudia bukan hanya seorang pejabat publik. Ia adalah rumah. “Terima kasih sudah menjadi rumah, kekuatan, dan panutan dalam hidupku,” lanjutnya.
Ucapan itu kemudian dipenuhi doa-doa tentang kesehatan, kebahagiaan, dan harapan agar semesta terus memeluk ibunya dengan cinta, sebesar yang selama ini diberikan kepada keluarga.
Sementara itu, ucapan juga datang dari Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang sedang menunaikan ibadah haji.
Melalui akun Instagram pribadinya, Amsakar menyebut usia baru Li Claudia sebagai perjalanan yang diharapkan terus membawa keberkahan, kesehatan, dan kekuatan dalam mengemban amanah bagi masyarakat Batam.
“Sebuah kebanggaan tersendiri atas jalinan kerja sama dan sinergitas erat yang terus terbangun selama ini. Kerja bersama yang saling melengkapi adalah fondasi utama kita untuk terus melangkah maju,” tulis Amsakar.
Ucapan itu terasa lebih dari sekadar formalitas birokrasi. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir, duet kepemimpinan Amsakar-Li Claudia memang menjadi wajah baru pemerintahan Batam yang mencoba bergerak lebih cepat menjawab persoalan masyarakat.
Amsakar juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan terus merapatkan barisan membangun Batam.
“Mari terus rapatkan barisan, satukan visi, dan tetap bersemangat membawa Kota Batam menjadi daerah yang semakin hebat dan dahsyat,” tulisnya.
Ucapan serupa datang dari Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. Ia mendoakan agar Li Claudia selalu diberi kesehatan, umur panjang, sukacita, dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara.
“Iringan doa agar ibu senantiasa sehat terus, panjang umur, sukses dalam mengemban tugas negara dan diberkati dengan sukacita yang melimpah,” tulis Ariastuty.
Ia juga berharap Li Claudia dijauhkan dari orang-orang yang berniat buruk dan segala mara bahaya. “Teruslah menjadi wanita yang hebat yang menginspirasi dan memberkati kamu semua,” lanjutnya.
Di lingkungan pemerintahan, sosok Li Claudia memang dikenal aktif memastikan persoalan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudy Panjaitan, menilai Li Claudia merupakan pemimpin yang tidak hanya bekerja dari balik meja.
“Kami sangat terinspirasi dengan kepemimpinan Ibu Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Beliau selalu turun ke lapangan untuk memastikan persoalan di masyarakat benar-benar sudah ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pada akhirnya, ulang tahun memang bukan sekadar tentang bertambahnya usia. Ada orang-orang yang bertambah umur, tetapi hidupnya berjalan biasa saja. Ada pula mereka yang semakin bertambah usia, justru semakin dipenuhi harapan banyak orang.
Dan mungkin, di usia ke-54 tahun ini, Li Claudia sedang berada di titik itu.
Di antara tuntutan jabatan yang tak ringan, harapan masyarakat yang terus datang, dan peran paling sunyi yang tak pernah selesai, menjadi tempat pulang bagi keluarga sekaligus penguat bagi banyak orang di sekitarnya.
Harapan agar Li Claudia tetap berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan Batam juga disampaikan warga Batuampar, Budi Darmawan. Ia menyebut langkah Li Claudia yang banyak terjun ke masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan, dinilai wujud keberpihakan pemimpin terhadap kondisi masyarakat.
”Ke depan kami berharap Ibu Li terus peduli dan tak segan sering turun ke masyarakat, karena dengan begitu masyarakat merasa tidak lagi berjarak dengan pemimpinnya, sehingga banyak masukan dari bawah yang mungkin bisa berguna bagi kemajuan Batam ke depan,” harap Budi.
Sementara itu, Li Claudia juga menyampaikan rasa terima kasih atas doa, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan kepadanya.
“Saya sangat terharu dan merasa sangat bahagia. Ketulusan kalian penyemangat saya dalam pengabdian,” tulis Li melalui akun Instagram pribadinya.
Ia meyakini bahwa kebaikan sekecil apa pun akan menjadi energi besar untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Bahkan secara khusus, Li Claudia juga menitipkan harapan kepada anak-anak dan generasi muda Batam. “Untuk anak-anakku, kalian bukan hanya generasi penerus, tetapi cahaya harapan bagi Kota Batam,” katanya.
Ia berpesan agar generasi muda terus bermimpi besar, belajar dengan sungguh-sungguh, dan tumbuh menjadi pribadi yang baik, rendah hati, serta membanggakan orang tua dan daerahnya. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas kebaikan, ketulusan kalian dengan kesehatan, kebahagiaan, umur panjang, dan keberkahan. Peluk hangat untuk kalian orang-orang baik,” tutupnya. (***)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK