Buka konten ini
JEPANG (BP) – Kemenangan beruntun Antonelli dalam GP Tiongkok, GP Jepang, dan GP Miami tidak diimbangi dengan konsistensi Russel. Hanya di Tiongkok Russell finis di belakang Antonelli. Sementara di Jepang dan Miami, pembalap Inggris itu malah tidak naik podium alias selalu finis keempat. Situasi ini dinilai memberi tekanan psikologis tersendiri bagi Russell.
”
George (Russell) perlu menghentikan laju Antonelli dan mengambil kembali beberapa poin darinya. Menurut saya, ini lebih soal psikologis daripada hitung-hitungan matematis,” kata mantan pembalap F1 asal Inggris sekaligus komentator Sky Sports, Martin Brundle.
Kans Membalikkan Situasi
Kabar baik bagi Russell, peluang untuk membalikkan situasi di Sirkuit Gilles Villeneuve akhir pekan ini cukup terbuka. Lintasan yang sebelumnya bernama Ile Notre-Dame itu memiliki kombinasi trek lurus panjang, chicane (tikungan berkelok), serta hairpin (tikungan tajam) yang membuat pengereman dan traksi (cengkraman ban) menjadi sangat penting.
Karakter Montreal tersebut dinilai lebih cocok dengan gaya membalap Russell dibandingkan misalnya di Miami tiga pekan lalu yang dominan low grip. ”Dia (Russell) menganalisis semuanya, melihat data, lalu menarik kesimpulan. Kesimpulannya adalah dia tidak pernah benar-benar nyaman di trek itu (Miami) dan tidak menyukai permukaan yang terlalu halus,” kata kepala tim Mercedes Toto Wolff kepada Sky Sports. ”Dia sangat menantikan balapan di Montreal,” imbuhnya.
Potensi McLaren dan Red Bull
Meski begitu, sorotan utama akhir pekan ini bukan hanya ada pada duel internal Russell dengan Antonelli. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO