Buka konten ini

(Foto Kanan) Gaya Art Deco memberikan kebebasan dalam mengekspresikan seni melalui dekorasi interior dan arsitektur sehingga menciptakan suasana modern dan artistik. Foto: Flamingo Vale
Dikenal dengan tampilannya yang elegan, mewah, dan artistik. Gaya arsitektur Art Deco ini cocok bagi pencinta hunian dengan detail menarik tanpa kesan berlebihan seperti rumah klasik.

Foto: Cera Stribley Architects / Emily Bartlett
KARAKTER utamanya terlihat dari penggunaan bentuk geometris, garis tegas, serta perpaduan unsur dekoratif dan kesederhanaan yang tetap modern. Art Deco berkembang sebagai bagian dari gerakan modernisme yang mulai populer pada awal abad ke-20.
Dilansir casaindonesia, gaya Art Deco hadir sebagai pembaruan arsitektur dengan meninggalkan ornamen klasik yang rumit, lalu menggantinya dengan desain yang lebih sederhana namun tetap memiliki nilai estetika tinggi. Periode kejayaan Art Deco berlangsung sekitar tahun 1920 hingga 1939, tepat di antara dua Perang Dunia.
Dalam perkembangannya, Art Deco memiliki beberapa klasifikasi seperti floral deco, streamline deco, zigzag deco, dan neo-classical deco. Namun di Indonesia, gaya yang paling banyak diterapkan umumnya floral deco dan streamline deco. Keduanya menonjolkan bentuk dinamis, garis lengkung, serta detail geometris yang memberi kesan modern dan mewah.
Hingga kini, desain rumah Art Deco tetap diminati karena mampu menghadirkan tampilan hunian yang berkelas, unik, dan timeless. Kombinasi antara detail artistik dan bentuk sederhana membuat gaya ini cocok diterapkan pada rumah modern maupun bangunan dengan nuansa klasik kontemporer.
Bentuk Geometris yang Kuat
Salah satu ciri khas rumah Art Deco adalah penggunaan bentuk geometris dan garis melengkung pada fasad bangunan. Tampilan tersebut dapat dipadukan dengan konsep modern melalui desain yang lebih sederhana tanpa terlalu banyak ornamen. Kombinasi garis simetris dan bentuk tegas membuat rumah terlihat elegan sekaligus berkarakter.
Permainan Warna Cerah
Nuansa Art Deco juga identik dengan penggunaan warna-warna cerah yang terlihat berani dan ekspresif. Tampilan rumah lama dapat terlihat lebih segar dengan perpaduan warna kontras, garis simetris, dan bukaan ruang yang lebih besar. Selain mempercantik tampilan, pencahayaan alami dari bukaan ruang juga membuat rumah terasa lebih nyaman.
Pencahayaan Dramatis
Rumah bergaya Art Deco dapat tampil lebih modern melalui permainan pencahayaan yang dramatis. Teknik pencahayaan yang tepat mampu memperkuat karakter interior sekaligus memberikan kesan hangat dan mewah pada hunian.
Penggunaan lampu sorot maupun pencahayaan tersembunyi menjadi salah satu elemen penting dalam desain ini.
Profil dan Ornamen Dinding
Profil atau moulding menjadi salah satu elemen penting dalam desain Art Deco. Ornamen ini biasanya diaplikasikan pada dinding maupun plafon untuk menambah kesan mewah dan dramatis ruang keluarga. Jenis moulding yang sering digunakan adalah crown moulding dengan detail tegas dan simetris.
Lampu Gantung sebagai Dekorasi Utama
Furnitur bergaya Art Deco umumnya memiliki ukuran besar dan tampilan mencolok. Lampu gantung menjadi salah satu elemen dekorasi utama yang memperkuat karakter ruangan.
Desain lampu biasanya memiliki pola berulang, bentuk simetris, dan tampilan yang dramatis. Konsep “bold” menjadi kata kunci utama dalam gaya ini.
Pemilihan Warna yang Berkelas
Warna-warna Art Deco umumnya tampil kontras dan berani. Namun, warna lembut seperti beige dan krem juga sering digunakan untuk menciptakan suasana hangat dan elegan. Agar ruangan tidak terlihat monoton, warna netral dapat dipadukan dengan furnitur kayu, dekorasi emas, atau karya seni modern.
Headboard Berlapis Suede
Kamar tidur Art Deco identik dengan tampilan artistik dan mewah. Salah satu elemen yang dapat diterapkan adalah penggunaan headboard besar berbahan suede. Selain memberikan kenyamanan, headboard dengan warna kontras juga mampu menjadi pusat perhatian di dalam kamar.
Wallpaper Bermotif Artistik
Desain Art Deco memberikan kebebasan dalam berekspresi melalui dekorasi ruangan. Penggunaan wallpaper bermotif unik seperti flamingo atau pola geometris dapat memperkuat nuansa artistik dalam kamar tidur. Tambahan lampu hias dan dekorasi dinding juga membuat ruangan terasa lebih hidup.
Dekorasi Bernuansa Emas
Kesan mewah pada desain Art Deco sering diperkuat melalui penggunaan elemen berwarna emas. Hiasan dinding dengan bentuk sederhana tetapi elegan mampu menghadirkan nuansa glamor khas era 1920-an. Perpaduan warna emas dengan furnitur modern membuat kamar terlihat lebih anggun dan eksklusif.
Penggunaan Cermin Berukuran Besar
Cermin besar menjadi salah satu elemen penting dalam kamar mandi bergaya Art Deco. Selain memiliki fungsi utama, cermin juga menjadi aksen dekoratif yang memperkuat karakter ruangan. Tambahan garis-garis geometris pada bingkai cermin membuat tampilan kamar mandi semakin elegan.
Lampu Gantung untuk Kesan Mewah
Gaya Art Deco tidak membatasi penggunaan dekorasi pada ruang tertentu, termasuk kamar mandi. Lampu gantung dengan aksen emas dapat menjadi elemen yang memperkuat kesan mewah. Penggunaan material marmer dan kaca besar juga membuat kamar mandi terlihat lebih modern dan berkelas.
Wall Treatment Bermotif Garis
Elemen kayu masih menjadi pilihan populer dalam desain Art Deco. Salah satunya melalui penggunaan panel dinding dengan motif garis berulang yang memberikan kesan elegan dan artistik. Selain mempercantik ruangan, detail ini juga membuat suasana ruang makan terasa lebih hangat.
Nuansa Hijau yang Menyegarkan
Gaya Art Deco identik dengan perpaduan warna berani dan aksen emas. Pada dapur modern, konsep ini dapat diterapkan melalui kabinet hijau tua, furnitur berwarna emas, dan backsplash bermotif geometris. Kombinasi tersebut menciptakan tampilan dapur yang mewah sekaligus segar. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI