Buka konten ini

ASOSIASI Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Cabang Bintan-Tanjungpinang menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Pantai Pengudang Mangrove, Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Senin (11/5).
Kegiatan tersebut melibatkan pengurus ASPPI, pengelola Pengudang Mangrove, serta mahasiswa dari Temasek Polytechnic.
Aksi penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir yang menjadi salah satu fondasi utama pariwisata bahari.
Ketua DPC ASPPI Bintan-Tanjungpinang, Raswiadi, mengatakan ASPPI merupakan organisasi profesi pelaku industri pariwisata yang berkomitmen memajukan sektor pariwisata melalui inovasi, kolaborasi, serta praktik wisata berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Adi Vinosa itu menegaskan pentingnya keberadaan hutan mangrove bagi wilayah pesisir.
“Mangrove adalah benteng pertama pertahanan pesisir dari abrasi,” ujarnya, Selasa (12/5).
Menurutnya, hutan mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari menahan abrasi pantai, menyerap karbon, hingga menjadi habitat berbagai biota laut.
Ia menambahkan, pelaku pariwisata memiliki tanggung jawab moral menjaga kelestarian alam agar destinasi wisata tetap menarik dan berkelanjutan.
“Kalau alamnya rusak, tentu daya tarik wisatanya juga akan berkurang,” katanya.
Raswiadi menyebut aksi tersebut menjadi bagian dari visi Green Sustainable Tourism yang terus didorong ASPPI di kawasan Bintan dan Tanjungpinang. Selain memiliki fungsi ekologis, kawasan mangrove yang terjaga juga dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata.
Melalui kegiatan itu, ASPPI berharap kesadaran pelaku usaha pariwisata maupun wisatawan terhadap pentingnya pariwisata berkelanjutan semakin meningkat.
“Aksi ini juga diharapkan bisa memicu organisasi lain dan masyarakat luas untuk konsisten melakukan aksi hijau sebagai upaya mitigasi perubahan iklim,” tutupnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY