Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali melanjutkan program bantuan bioflok pada 2026 dengan menyalurkan 96 unit kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) guna memperkuat produksi ikan air tawar di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan program ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024, sebanyak 79 paket bioflok telah disalurkan, kemudian meningkat menjadi 137 unit pada 2025.
“Untuk 2026 kita rencanakan ada 96 unit bioflok tambahan. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendorong produksi ikan air tawar di Batam,” ujarnya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tidak dilakukan secara merata, melainkan diprioritaskan bagi kelompok pembudidaya baru. Kebijakan ini diambil agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sesuai ketentuan, penerima bantuan tahun sebelumnya tidak akan menerima lagi. Kita ingin pemerataan, jadi kelompok baru yang kita utamakan,” jelasnya.
Adapun sasaran penerima bantuan adalah pokdakan yang aktif serta memiliki kesiapan menjalankan usaha budidaya. Kelompok juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis, seperti memiliki kelompok yang terdaftar atau diakui, menyediakan lahan yang siap digunakan, serta bersedia mengikuti pendampingan dari Dinas Perikanan. Selain itu, calon penerima harus mengajukan proposal sesuai mekanisme yang berlaku.
Saat ini, proses penyaluran masih berada pada tahap verifikasi administrasi, survei lokasi, serta pemilihan penyedia. Penentuan penerima juga mempertimbangkan usulan melalui pokok pikiran (pokir).
Program bioflok dinilai menjadi solusi efektif bagi Kota Batam yang memiliki keterbatasan lahan. Melalui teknologi ini, budidaya ikan seperti lele dan nila tetap dapat dilakukan secara optimal meski di ruang terbatas.
“Dengan bioflok, produktivitas tetap tinggi meski lahan sempit. Ini sangat cocok untuk kondisi Batam,” tambah Yudi.
Dinas Perikanan juga memastikan akan memberikan pendampingan kepada kelompok penerima, mulai dari tahap awal hingga proses produksi. Bantuan yang disalurkan umumnya mencakup kolam terpal bioflok, bibit ikan, hingga pakan.
Dengan berlanjutnya program ini, Pemko Batam optimistis produksi ikan air tawar akan terus meningkat, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO