Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan penataan yang dilakukan Pemprov Kepri di wilayah Gurindam 12, Tanjungpinang merupakan keputusan strategis yang harus dilaksanakan. Karena ini adalah beranda atau wajahnya Ibu Kota Provinsi Kepri.
”Penataan Gurindam 12 sebagai salah satu ikon ruang publik dan destinasi wisata unggulan di Tanjungpinang. Karena ini adalah berada utama kita,” kata Gubernur Ansar, saat menerima audiensi para pedagang Gurindam 12 di ruang kerjanya, Kamis (2/10) lalu.
Menurutnya, penataan perlu dilakukan agar kawasan tersebut lebih nyaman, rapi, serta memiliki daya tarik lebih besar bagi masyarakat maupun wisatawan. Usai mendengarkan penjelasan tersebut, para pedagang menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemprov Kepri.
Para pedagang sepakat untuk ikut membantu pemerintah dalam mewujudkan Gurindam Dua Belas sebagai kawasan yang lebih baik, sekaligus tetap ramah bagi pengunjung dan pelaku usaha kecil.
”Yang jelas penataan ini bukan untuk membatasi ruang usaha, justru kita ingin pedagang bisa berjualan dalam kondisi yang lebih representatif, tertib, dan memberi kesan positif bagi pengunjung,” tutur Ansar.
Gubernur Ansar, juga mengungkapkan rencana Pemprov Kepri untuk memberikan dukungan konkret kepada pedagang.
Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, akan digelar pelatihan bagi tiga kluster pedagang di Gurindam 12, yaitu pedagang permainan anak-anak, pedagang minuman, dan pedagang makanan.
Pelatihan ini penting agar pedagang mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing.
”Selain itu, kita juga akan dorong pembentukan koperasi supaya ada wadah hukum yang jelas, sehingga pedagang bisa saling mendukung satu sama lain,” ucap Gubernur Ansar. (*)
Reporter : JAILANI
Editor : FISKA JUANDA