Buka konten ini

BATAM (BP) – Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta (Perkupi) Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) resmi dikukuhkan melalui ibadah bersama di Aula Kampus Unrika, Batuaji, Sabtu (6/9). Acara penuh hikmat itu dihadiri sekitar 1.500 jemaat dan tokoh gereja dari berbagai daerah.
Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkupi Kepri ditandai dengan terpilihnya Pendeta Ropenjus Simbolon sebagai ketua. Hadir pula Ketua Umum Perkupi yang juga anggota DPR RI, Pendeta Sabam Sinaga, serta Ketua Umum Gereja Pentakosta Indonesia, Rev. Dr. M.H. Siburian, M.Min.
Dalam sambutannya, Pendeta Sabam Sinaga menyebut Perkupi sebagai “benih yang ditanam di tanah yang baik”. Ia berharap kehadiran organisasi ini dapat berbuah manis, memperkuat kerukunan umat Pentakosta di Kepri, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Perkupi adalah bagian dari reformulasi organisasi yang dulu pernah ada di masa Orde Baru. Kini kita hidupkan kembali dengan semangat baru agar umat Pentakosta bisa memahami arti organisasi, belajar, dan terlibat dalam kehidupan berbangsa,” ucapnya.
Sebelumnya, Perkupi tingkat nasional telah digelar di Jakarta dengan melibatkan 10 ribu jemaat dari berbagai daerah. Pengukuhan di Kepri menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi di daerah serta konsolidasi umat.
Ketua Umum Gereja Pentakosta Indonesia menegaskan bahwa Perkupi bukanlah organisasi politik. “Kehadiran Perkupi lebih menitikberatkan pada fungsi sosial dan pelayanan dalam gereja. Kami ingin membuka peluang agar jemaat Pentakosta lebih terbantu dan berdaya,” katanya.
Sementara itu, Ropenjus Simbolon sebagai ketua baru DPW Perkupi Kepri mengajak seluruh jemaat memberi dukungan penuh. “Kami percaya dengan kerja keras, Perkupi Kepri bisa menghadirkan prestasi dan menjadi berkat bagi jemaat,” ujarnya.
Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama dan pesan penguatan. Momentum ini menegaskan komitmen Perkupi sebagai wadah kerukunan dan pelayanan umat, sekaligus mitra strategis dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO