Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kabupaten Bintan dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah. Potensi ini tak hanya menjanjikan bagi nelayan, tetapi juga membuka peluang besar di sektor pengolahan ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, Fachrimsyah, menegaskan bahwa pemerintah daerah kini mendorong nelayan dan kelompok unit pengolahan ikan untuk tidak lagi menjual hasil tangkapan mentah. Sebaliknya, ikan-ikan segar itu diolah terlebih dahulu agar memiliki nilai tambah.
“Selama ini banyak ikan langsung dijual tanpa diolah. Padahal, jika diolah lebih dulu, nilai jualnya bisa meningkat dan otomatis memberi pendapatan lebih baik bagi masyarakat,” kata Fachrim, Rabu (20/8).
Untuk memperkuat langkah tersebut, Dinas Perikanan menggelar bazar produk pengolahan hasil perikanan dan kelautan di GOR Demang Lebar Daun, Kijang, pada 21-22 Agustus.
Sebanyak 20 kelompok unit pengolahan ikan, khususnya dari Kecamatan Bintan Timur, ikut ambil bagian.
Mereka menampilkan berbagai olahan ikan khas Bintan, mulai dari ikan asin, abon, nugget, hingga aneka camilan berbahan dasar laut.
Menurut Fachrim, bazar ini bukan sekadar ajang jualan, tetapi juga cara mempromosikan kekayaan laut Bintan.
‘‘Dalam bazar ini, kami ingin menunjukkan bahwa Bintan adalah surganya ikan. Berbagai olahan ikan ditampilkan agar masyarakat bisa merasakan langsung kualitas produk perikanan daerah kita,’’ ujarnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO