Buka konten ini

NEW YORK (BP) – Posisi Tim Cook sebagai CEO Appletengah diguncang. Desakan agar Cook mundur menguat seiring tantangan serius yang dihadapi Apple dalam persaingan akal imitasi (AI) sebagai medan utama inovasi dunia teknologi.
Krisis internal Apple mencuat setelah dua eksekutif senior di bidang AI hengkang dalam waktu berdekatan ke Meta, pesaing utama Apple dalam ekosistem AI dan metaverse. Dalam konferensi tahunan Worldwide Developer Conference bulan lalu—yang biasanya jadi panggung inovasi Apple—justru dinilai mengecewakan. ”Itu (inovasi Apple) membosankan,” kata analis Wedbush, Dan Ives, menggambarkan acara tersebut dilansir dari Fortune, Rabu (23/).
Firma riset Wall Street Lightshed juga menyatakan secara tegas bahwa Cook bukan lagi orang yang tepat untuk Apple. Dalam laporan analisisnya, mereka menyebut Apple membutuhkan CEO yang berfokus pada produk, bukan sekadar logistik. ”AI bukan sesuatu yang bisa sekadar ditarik talinya. Jika Apple gagal dalam AI, itu bisa mengubah arah jangka panjang perusahaan secara fundamental,” begitu analisis Wall Street Lightshed.
Seandainya terjadi suksesi, dua nama mencuat sebagai kandidat kuat. Masing-masing John Ternus selaku wakil presiden senior teknik perangkat keras dan Craig Federighi (wakil presiden senior teknik perangkat lunak).
Dibela Konsultan Eksekutif
Namun, di balik kritik tersebut, para konsultan eksekutif yang berpengalaman dalam proses suksesi CEO di perusahaan-perusahaan besar dunia memiliki pandangan berbeda tentang posisi Cook. Tiga konsultan suksesi CEO berpendapat bahwa Cook masih relevan sebagai pemimpin Apple, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.
”Apple memang tidak pernah menjadi yang pertama masuk pasar. Tetapi, mereka selalu memoles teknologi yang sudah terbukti, lalu merilisnya dengan cara yang sangat inovatif dan estetis,” kata salah satu konsultan.
Dalam lanskap teknologi global saat ini, Apple menghadapi dua tantangan besar. Yakni, ledakan AI dan stagnasi perangkat keras. Desakan terhadap Cook untuk segera meluncurkan terobosan nyata di bidang AI pun semakin menguat. ”Saya akan sangat terkejut jika dalam 12 bulan ke depan mereka tidak juga merilis agen AI fungsional yang mampu menggantikan Siri,” ujar konsultan lainnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO