Buka konten ini
BATUAMPAR (BP) – Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Seraya Atas, kian ramai dipadati pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung setiap malam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, karena lokasi tersebut berada di tepi tebing yang cukup rawan, apalagi tanpa pengawasan petugas keamanan.
Gilang, salah satu warga sekitar, mengatakan bahwa semenjak jalan tersebut diperbaiki, jumlah pedagang maupun pengunjung terus bertambah. Banyak dari mereka datang untuk menikmati pemandangan malam dan kerlap-kerlip lampu di kawasan Sei Panas, Bengkong, maupun Nagoya dari ketinggian.
”Sejak jalannya diperbaiki, pedagang dan pengunjungnya semakin ramai,” ujar Gilang, Jumat (11/7).
Namun, keramaian ini juga menyisakan keresahan. Gilang menyebutkan, beberapa kali terjadi keributan di lokasi tersebut yang diduga akibat aksi pemalakan oleh preman terhadap pengunjung.
”Pernah preman mengeroyok pengunjung, gara-gara pengunjung itu tidak memberi uang yang diminta,” ungkapnya.
Gilang berharap pemerintah dan aparat keamanan bisa menertibkan kawasan itu agar lebih aman. Ia mengusulkan agar ada petugas, seperti polisi atau Satpol PP, yang ditempatkan di lokasi tersebut secara rutin.
”Seharusnya ada yang ngawasi. Takutnya yang nongkrong ini sering mabuk-mabukan dan ribut,” katanya.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, menyampaikan bahwa pihaknya siap melakukan patroli rutin guna mencegah tindak kriminalitas di lokasi tersebut.
”Kita fokus pada pencegahan tindak pidana. Kalau soal nongkrong, itu nanti jadi ranah instansi lain yang terkait,” jelas Yuli.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, mengaku sudah sering melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan di lokasi itu. Namun, ia menyebut para pedagang kerap kembali meski sudah dibubarkan. “Pusing. Kembali lagi,” ujarnya singkat.
Situasi ini membuat warga berharap ada langkah lebih tegas dan terkoordinasi antarinstansi untuk menjaga kenyamanan dan keamanan di kawasan yang kini berubah jadi lokasi tongkrongan tersebut. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK