Buka konten ini
LINGGA (BP) – Derap langkah dan semangat pengabdian berpadu dalam kehangatan Gedung Nasional Dabo Singkep, Minggu (15/6). Di sana, ratusan bidan berkumpul merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Bukan sekadar seremoni, perayaan itu menjelma menjadi panggung apresiasi atas dedikasi, profesionalisme, dan komitmen para bidan dalam menjaga hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, bahkan hingga ke sudut-sudut terpencil Kabupaten Lingga.
Kepala Dinas Kesehatan Lingga, dr Bukit Tua Rayanto Gultom, hadir mewakili Bupati Lingga. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para bidan yang, menurutnya, kerap menjadi penjaga pertama sekaligus terakhir bagi keselamatan ibu dan anak.
”Tanpa kehadiran bidan, angka kematian ibu dan bayi bisa jauh lebih tinggi. Mereka adalah garda terdepan, bahkan sering menjadi satu-satunya harapan di wilayah yang sulit dijangkau. Pemerintah Kabupaten Lingga sangat menghargai pengabdian ini dan akan terus mendukung IBI dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan,” ujar dr Bukit disambut tepuk tangan peserta.
Dengan mengangkat tema nasional, “Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Kritis, Menuju Indonesia Emas 2045,” IBI Lingga menyemarakkan peringatan tahun ini melalui serangkaian kegiatan sosial yang digelar sejak 23 April hingga 31 Mei. Aksi nyata itu meliputi imunisasi massal, layanan kesehatan gratis, penyuluhan keluarga berencana, hingga jalan santai yang melibatkan seluruh anggota IBI se-Kabupaten Lingga.
Ketua IBI Kabupaten Lingga, Susi Yenty, menekankan bahwa peringatan ini menjadi refleksi peran bidan yang kian luas, tak lagi semata-mata sebagai tenaga medis.
”Bidan adalah sahabat perempuan. Kami hadir bukan hanya saat persalinan, tetapi juga menemani setiap fase kehidupan perempuan. Kami memberikan edukasi, pelayanan KB, imunisasi, hingga penyuluhan kesehatan reproduksi—semuanya langsung di tengah masyarakat,” ujar Susi, matanya berbinar.
Puncak perayaan HUT ke-74 IBI berlangsung meriah. Diwarnai berbagai kegiatan edukatif dan hiburan, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, pengurus IBI Cabang Lingga, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan lainnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.
Di balik senyum para bidan, tersimpan kisah panjang pengabdian. Mereka hadir bukan semata menjalankan tugas, melainkan karena panggilan nurani, memastikan setiap ibu melahirkan dengan selamat, setiap anak tumbuh sehat, dan setiap perempuan mendapat perlindungan atas hak-hak kesehatannya.
Pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Dinas Kesehatan, berjanji untuk terus bersinergi dengan IBI—mulai dari pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pengadaan fasilitas kesehatan. Karena mereka percaya, kualitas generasi masa depan bangsa ditentukan oleh tangan-tangan yang pertama kali menyambut kehidupan.
Hari jadi IBI ke-74 bukan sekadar penanda usia organisasi. Ia adalah selebrasi atas nyawa yang diselamatkan, air mata yang dihapus, dan harapan-harapan baru yang lahir dari tangan-tangan penuh kasih. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO