Buka konten ini

ANAMBAS (BP) Polisi Militer Angkatan Darat (Pom-AD) turun tangan dengan menyelidiki dugaan keterlibatan oknum aparat di Palmatak yang disebut-sebut menjadi pemodal dalam kasus pencurian material di anjungan minyak milik Petronas, Malaysia.
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) I/6 Batam, Mayor CPM Stevanus Purba, membenarkan adanya penyelidikan terkait informasi tersebut.
Kita selidiki informasi yang diberikan masyarakat. Bila dugaan itu benar, pasti akan kita kembangkan,’’ ujar Mayor CPM Stevanus Purba, Kamis (1/5). Selain itu, pemeriksaan terhadap oknum yang diduga terlibat dilakukan oleh Sub Denpom Natuna. ”mengingat lokasi kasus lebih dekat ke Natuna,’’ lanjut Stevanus
Di tempat terpisah, Dandim 0318/Natuna, Kolonel Inf Andri Hadiyanto, menegaskan akan menindak tegas bila ada oknum aparat yang terbukti terlibat dalam kejahatan lintas negara ini.
Kalau memang ada keterlibatan anggota, pasti diproses sesuai hukum militer yang berlaku,’’ tegas Andri.
Senada, Asisten Intelijen Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Brigjen TNI Jimmy Watuseke, juga merespon cepat kabar keterlibatan oknum TNI.
Apabila benar, pasti akan diamankan sebagai bentuk pertanggungjawaban prajurit,’’ ujar Jimmy.
Kasus pencurian material milik Petronas ini mencuat setelah pada 20 Februari lalu, otoritas Malaysia menangkap tujuh warga Anambas yang kedapatan mencuri di anjungan minyak di perairan 77 mil dari Terengganu.
Aksi ilegal itu diperkirakan menyebabkan kerugian hingga puluhan juta ringgit per hari serta mengganggu produksi minyak di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima Batam Pos, masih ada tiga orang komplotan yang berhasil kabur ke Pulau Matak. Tiga pelaku ini disebut-sebut bersembunyi di kantor tempat oknum aparat tersebut bertugas.
Sebenarnya ada 10 orang yang beraksi, tujuh tertangkap, tiga kabur. Nah, tiga orang ini sembunyi di kantor oknum itu, ungkap sumber Batam Pos.
Bahkan, sisa material hasil pencurian yang dibawa ke Anambas disebut telah dibakar di hutan Desa Piabung, Kecamatan Palmatak, untuk menghilangkan barang bukti.
Kasus ini kembali mencuat setelah beredarnya video di akun TikTok @cemotcemoti yang menyebut adanya setoran pengepul material curian kepada Kapolsek Palmatak, Iptu Kristian.
Seiring viralnya video tersebut, terkuak pula dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Koramil Palmatak yang turut menyukseskan pencurian.
Masyarakat Anambas mendesak aparat keamanan segera menuntaskan kasus ini dan menangkap komplotan yang masih berkeliaran.
Mereka ini mengincar warga kita yang menganggur untuk ikut bergabung. Beberapa tahun lalu juga pernah kejadian serupa, sampai ditahan di Malaysia, ujar seorang warga. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI