Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Perayaan Hari Kartini, Senin (21/4) dimanfaatkan Pemprov DKI Jakarta untuk memberlakukan tarif khusus bagi perempuan yang menggunakan transportasi publik.
Mereka hanya dikenai tarif Rp1 untuk MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transportasi Jakarta (TJ).
”Hari ini (kemarin) kami sudah cek beberapa penumpang dari Bekasi dan Depok. Memang, dari Bekasi dan Depoknya belum gratis, tapi begitu masuk Jakarta semuanya alhamdulillah sudah gratis,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Senin (21/4). Tarif Rp1 itu memang identik dengan gratis.
Tarif khusus itu hanya berlaku selama satu hari. Namun, menurut Pramono, kebijakan itu bakal diberlakukan lagi pada 24 April. Bedanya, kebijakan itu berlaku untuk semua penumpang. Perempuan maupun laki-laki.
Lebih lanjut, Pram mengaku memiliki alasan menerapkan kebijakan tarif khusus itu. Menurut dia, salah satu persoalan Jakarta adalah kemacetan. Problem itu hanya bisa diatasi jika habit masyarakat diubah dengan transportasi umum yang lebih baik.
Jika transportasi publik lebih baik, warga diyakini bakal meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi.
”Itu sudah saya buktikan sendiri berkali-kali dan Pak Wagub (Wakil Gubernur DKI Rano Karno, red) secara rutin setiap Senin selalu menggunakan transportasi umum. Kalau saya kan tinggal di rumah dinas sehingga dekat, jadi tidak perlu transportasi umum,” terangnya.
Sebagai informasi, tarif Rp1 itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Nomor e-0036 Tahun 2025. SK tersebut juga menugaskan kepada pengelola MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transportasi Jakarta (TJ) untuk mendata dan menghitung jumlah penumpang.
Kebijakan tarif khusus itu disambut penumpang perempuan dengan sukacita. Salah satunya Selena, 32, warga Tangerang. Dia menggunakan layanan TJ Non BRT 5 M (Kampung Melayu–Tanah Abang via Cikini) dari Stasiun Tanah Abang ke Kebon Sirih.
Saat naik Bus 5 M tersebut, petugas pramusapa memintanya tidak perlu tapping kartu. ”Tadi sebelum naik, petugas bilang kalau perempuan gratis dan jangan tapping kartu karena Hari Kartini. Saya sih senang bisa gratis. Kalau boleh sering-sering saja gratis,” ujarnya, lantas tertawa.
Pram Ucapkan Terima Kasih untuk Istri
Pramono Anung juga memanfaatkan Hari Kartini untuk mengucapkan terima kasih kepada istrinya, Endang Nugrahani. Momen itu dia unggah di Instagram.
”Saya sebenarnya jarang banget membagi hal yang bersifat personal. Tapi, kali ini, secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada istri yang lebih dari 33 tahun mendampingi,” katanya.
Pram mengaku sangat jarang bertengkar dengan istrinya. ”Tipnya harus saling percaya. Sebab, kalau sering berantem pasti gak mungkin lah jadi gubernur,” selorohnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO