Buka konten ini
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat untuk segera menuntaskan persoalan tunda bayar. Terlebih lagi, tunda bayar tahun 2024 itu dinilai dapat mengganggu perekonomian masyarakat.
Sekretaris Komisi II DPRD Kep-ri, Wahyu Wahyudin menegaskan bahwa berlarut-larutnya tunda bayar yang belum diselesaikan oleh Pemprov dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat di Kepri.
”Kami sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi masya-rakat, dan kami menemukan bahwa ekonomi masyarakat semakin menurun akibat tunda bayar ini,” kata Wahyu Wahyudin, Kamis (3/4).
Ia menerangkan, ada banyak kontraktor atau pihak ketiga yang terpaksa meminjam uang ke bank karena lambatnya penyelesaian tunda bayar ini. Terlebih lagi, mereka harus memenuhi kebutuhan menjelang momen Lebaran.
”Apalagi sekarang sudah memasuki momen Lebaran Idulfitri, pasti akan ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa ia akan mencoba bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri atau Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kepri untuk menanyakan kendala penyelesaian tunda bayar ini.
”Hal ini akan sangat mengkhawatirkan jika tidak segera diselesaikan. Saya akan cari tahu apa penyebab tunda bayar ini lama selesai. Ekonomi di Kepri akan terus menurun jika masalah ini berlarut-larut,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Provinsi Kepri, Venny Meitaria, menuturkan bahwa Pemprov Kepri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp76 miliar untuk menuntaskan tunda bayar tahun 2024.
”Prosesnya sudah berjalan, ada Rp76 miliar yang sudah kami siapkan sekarang ini. Kemudian, sisa Rp 110 miliar
akan dilanjutkan setelah hari raya nanti. Total tunda bayar kita sekitar Rp186 miliar,” sebutnya.
Selain itu, Venny mengakui bahwa tunda bayar yang harus diselesaikan tersebut didominasi oleh Dinas Perkim Provinsi Kepri. ”Tunda bayar ini terjadi karena target-target pendapatan yang tidak tercapai, tapi kami akan terus berupaya agar tunda bayar ini cepat terselesaikan,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI