Buka konten ini

NONGSA (BP) – Maraknya aksi balap liar yang dilakukan sekelompok remaja serta meningkatnya kejahatan jalanan dalam beberapa hari terakhir terus menjadi perhatian masyarakat Kota Batam. Bahkan, dalam kurun dua hari terakhir, terjadi dua kasus penjambretan di kawasan Batu Besar, Kecamatan Nongsa. Meski seluruh pelakunya berhasil diringkus polisi, warga berharap aparat semakin meningkatkan pengawasan untuk mencegah kasus serupa terulang.
Selain memicu keresahan, aksi balap liar juga dinilai membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Aktivitas yang umumnya berlangsung pada dini hari hingga menjelang subuh itu masih kerap ditemukan di sejumlah ruas jalan Kota Batam.
Beberapa lokasi yang sering dijadikan arena balap liar antara lain kawasan Simpang Kara, Simpang Helm di Kecamatan Batam Kota, serta Jalan Hang Tuah, Kecamatan Nongsa. Para pelaku didominasi remaja yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum yang masih dilintasi masyarakat.
Salah seorang pengemudi ojek online, Andri, mengatakan aksi balap liar masih menjadi pemandangan yang kerap ditemui saat dirinya bekerja pada malam hingga dini hari.
”Balapan liar itu masih sering ada, biasanya mulai dini hari sampai subuh. Kebanyakan yang ikut masih remaja,” ujarnya.
Menurut Andri, aksi tersebut sangat membahayakan karena tidak hanya mengancam keselamatan para pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain yang melintas.
”Sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Mereka balapan di jalan umum tanpa memikirkan keselamatan orang lain,” katanya.
Ia berharap kepolisian meningkatkan patroli dan penindakan secara rutin, tidak hanya dilakukan pada akhir pekan.
”Harapan kami polisi lebih tegas. Jangan hanya razia atau patroli saat akhir pekan, tapi juga setiap hari supaya mereka tidak lagi menjadikan jalan raya sebagai tempat balapan,” tuturnya.
Menurutnya, tindakan tegas diperlukan agar memberikan efek jera kepada para pelaku. ”Harus ditindak tegas. Kalau tidak, mereka akan kembali lagi,” tegasnya.
Merespons meningkatnya keresahan masyarakat, Polda Kepulauan Riau menggelar patroli skala besar Blue Light di sejumlah wilayah Kota Batam pada Selasa (14/7) malam.
Kegiatan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari aksi premanisme, balap liar, hingga kejahatan jalanan.
Sebelum patroli dimulai, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di halaman Mapolresta Barelang sekitar pukul 20.00 WIB yang dipimpin Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol Budi Setiyono. Apel diikuti jajaran Direktorat Samapta Polda Kepri dan Satuan Samapta Polresta Barelang.
Dalam patroli tersebut, Polda Kepri mengerahkan delapan unit sepeda motor Direktorat Samapta, 12 unit sepeda motor Sat Samapta Polresta Barelang, tiga unit mobil patroli listrik BYD, empat unit mobil double cabin, serta melibatkan tim patroli roda dua, roda empat, patroli sinergitas, hingga unit K-9.
Kombes Pol Budi Setiyono mengatakan patroli skala besar merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, terutama pada malam hari.
”Pelaksanaan tugas patroli pada malam hari ini bertujuan menjaga stabilitas kamtibmas di seputaran Kota Batam sekaligus mengantisipasi berbagai kerawanan, seperti premanisme, balap liar, dan gangguan lainnya yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Budi, kehadiran personel Samapta di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah berbagai potensi tindak kriminal.
”Penugasan dibagi berdasarkan zonasi agar pengawasan lebih efektif dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP).
”Ke depan, fungsi Samapta harus lebih aktif, responsif, dan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Laksanakan tugas dengan baik dan sesuai SOP,” tegasnya.
Selain patroli Blue Light, Satlantas Polresta Barelang juga mengintensifkan patroli malam hingga dini hari. Kegiatan yang berlangsung mulai Selasa (14/7) pukul 23.00 WIB hingga Rabu (15/7) pukul 04.00 WIB itu melibatkan delapan personel yang menyisir sejumlah titik rawan.
Rute patroli meliputi kawasan Bandara Hang Nadim, NTC, Legenda Malaka, Simpang KDA, Jalan Hang Jebat Batu Besar, Simpang Frengki, Simpang Kara, hingga sejumlah ruas jalan protokol lainnya.
Selain mengantisipasi balap liar, patroli juga difokuskan untuk mencegah kejahatan konvensional, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (C3), yang kerap terjadi saat aktivitas masyarakat mulai berkurang pada malam hari.
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan patroli malam merupakan kegiatan rutin sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
”Patroli malam ini kami laksanakan untuk mengantisipasi aksi balap liar yang dapat membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Selain itu, personel juga melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan kamtibmas dan kejahatan konvensional sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas maupun beristirahat pada malam hari,” ujarnya.
Afiditya juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar maupun aktivitas lain yang membahayakan keselamatan di jalan raya. Ia turut mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hingga dini hari agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum.
Selama patroli berlangsung, situasi di seluruh lokasi yang dipantau terpantau aman dan kondusif. Polisi juga tidak menemukan kendaraan maupun dokumen yang harus diamankan. Namun, kepolisian memastikan patroli serupa akan terus digelar secara berkala. (*)
Reporter : YASHINTA – EUSEBIUS SARA – YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO