Buka konten ini

PERUM Bulog Cabang Batam mulai menyalurkan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita ke Kabupaten Karimun. Pada distribusi perdana awal Juli ini, sebanyak 9.600 liter atau setara 800 karton dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Batam, Ashariyanti, mengatakan jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan Minyakita di Karimun selama sekitar satu bulan.
”Minyakita sudah didistribusikan ke toko yang bukan distributor. Artinya langsung ke pengecer pasar SP2KP yang datanya berasal dari Dinas Perdagangan,” ujar Ashariyanti, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, penyaluran dilakukan ke tiga titik penjualan, yakni Toko Lim Titi, Toko TPID, dan Toko Oriental. Ketiga pengecer tersebut menjual Minyakita sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Sementara sisa stok disimpan di Gudang Perum Bulog di Tanjungbalai Karimun. Meski aturan dalam Peraturan Menteri Perdagangan memperbolehkan pembelian hingga 12 liter per orang, Bulog membatasi penjualan maksimal dua liter untuk setiap pembeli.
”Kondisi stok masih terbatas. Karena itu, kami batasi dua liter per orang agar lebih banyak masyarakat yang bisa mendapatkan Minyakita,” katanya.
Untuk menjaga ketersediaan di pasaran, Bulog juga menyiapkan distribusi rutin setiap pekan sebanyak 140 karton atau sekitar 1.680 liter.
”Kami berharap langkah ini bisa menghindari kelangkaan Minyakita di Karimun,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Suhaimi Simbolon, membenarkan Minyakita sudah mulai dijual di tiga lokasi.
Menurutnya, penjualan dilakukan di satu pedagang di Pasar Puan Maimun, Swalayan Oriental, serta Toko TPID yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Karimun.
”Kami berharap pasokan Minyakita berjalan lancar karena sangat membantu masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai HET,” ujarnya. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY