Buka konten ini

usai korban berhasil diselamatkan dari Perairan Tanjungsauh, Batam. Foto: Kiriman H.P Bako untuk Batam Pos
BINTAN (BP) – Misteri hanyutnya Taufik, 41, warga Kampung Mentigi, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, yang ditemukan di Perairan Tanjungsauh, Batam, akhirnya terungkap. Polisi menduga korban terbawa arus laut setelah bermain kano seorang diri dari Pantai Sekera, Tanjunguban.
Kasi Humas Polres Bintan AKP H.P. Bako mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat bermain kano tanpa memberi tahu siapa pun.
”Dari keterangan abang kandungnya, pada hari kejadian korban bermain kano dari Pantai Sekera tanpa memberitahukan sebelumnya kepada keluarga,” ujar Bako, Rabu (15/7).
Menurutnya, jarak antara Pantai Sekera dan lokasi korban ditemukan di Perairan Tanjungsauh cukup jauh. Karena itu, polisi menduga korban hanyut akibat terbawa arus laut.
Bako mengatakan, pihak keluarga baru mengetahui kabar korban setelah mendapat informasi dari ayah angkatnya. Namun, keluarga tidak mengetahui siapa yang pertama kali menyelamatkan korban di lokasi kejadian.
Atas peristiwa tersebut, ia mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir, agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut.
”Hati-hati jika beraktivitas di laut dan jangan lupa menggunakan alat keselamatan,” pesannya. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban, Sanggam Simanjuntak, menjelaskan Taufik ditemukan oleh kru kapal Sea Elephant Express 8 pada Senin (13/7) sekitar pukul 13.40 WIB.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, menuju Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, sekitar pukul 13.30 WIB. Sekitar 10 menit setelah berlayar di Perairan Tanjungsauh, Selat Riau, kru melihat seorang pria terombang-ambing di tengah laut.
Melihat kondisi itu, salah seorang kru kapal bernama Indra langsung terjun ke laut untuk menyelamatkan korban.
”Setelah berhasil diangkat ke atas kapal, Taufik kemudian dibawa menuju Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban,” kata Sanggam. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY