Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Bawang merah impor dari Tailan dan Tiongkok mulai beredar di sejumlah pasar di Kota Tanjungpinang di tengah kosongnya pasokan bawang lokal. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi peredaran komoditas tersebut.
Pengawas Perdagangan Ahli Madya Disperindag Kepri, Andri Kurniawan, mengatakan pengawasan lalu lintas bawang merupakan kewenangan instansi lain, bukan Disperindag.
Menurut dia, pemeriksaan terhadap komoditas bawang umumnya dilakukan ketika barang melintasi antarpulau oleh pihak karantina dan bea cukai.
”Pengawasan bawang bukan di kami. Saat barang keluar masuk antarpulau, biasanya sudah diperiksa oleh karantina dan bea cukai,” kata Andri, Senin (13/7).
Andri menjelaskan, ruang lingkup pengawasan Disperindag terbatas pada barang beredar tertentu yang wajib memenuhi ketentuan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), aspek Keselamatan, Kesehatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L), serta kewajiban pencantuman label berbahasa Indonesia.
Menurutnya, tidak semua barang yang beredar di pasaran menjadi objek pengawasan Disperindag. Untuk komoditas kebutuhan pokok, pengawasan yang dilakukan secara khusus hanya terhadap produk Minyakita.
”Tidak semua barang beredar menjadi objek pengawasan kami. Untuk kebutuhan pokok, yang kami awasi secara khusus hanya Minyakita,” ujarnya.
Ia menambahkan, komoditas yang masuk dari Batam juga harus memenuhi ketentuan yang berlaku di kawasan Free Trade Zone (FTZ), termasuk kewajiban administrasi dan perpajakan sebelum dipasarkan ke luar kawasan.
”Kalau barang berasal dari Batam, kami pastikan dulu apakah kewajiban FTZ dan pajaknya sudah dipenuhi. Kalau sudah sesuai ketentuan, bagi kami tidak ada masalah,” katanya.
Sementara itu, seorang pedagang di Pasar Bintan Center, Lauren, mengatakan bawang merah yang saat ini dijual bukan lagi berasal dari sentra produksi dalam negeri, melainkan didatangkan dari Tailan dan Tiongkok karena pasokan lokal telah habis.
”Sekarang bawang merah yang kami jual didatangkan dari Tailan karena stok dari daerah sudah tidak ada lagi,” ujarnya. (*)
Laporan: MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY