Buka konten ini

BATAM (BP) – Peredaran narkotika masih menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Barang haram itu terus mencari celah untuk masuk melalui pelabuhan, bandara, jalur laut, hingga barang kiriman. Karena itu, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang diperingati setiap 26 Juni menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, bukan hanya aparat penegak hukum.
Sebagai salah satu wilayah perbatasan dan pintu gerbang perdagangan internasional, Batam memiliki posisi yang sangat strategis sekaligus rawan dimanfaatkan jaringan penyelundup narkotika. Dalam kondisi tersebut, peran Bea Cukai menjadi sangat penting untuk memperketat pengawasan terhadap setiap arus keluar masuk barang dan orang demi mencegah narkotika masuk ke wilayah Indonesia.
Upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika pun terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Bea Cukai Batam bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Imigrasi, Kejaksaan, pengelola pelabuhan dan bandara, unsur intelijen, hingga organisasi masyarakat antinarkoba. Kolaborasi tersebut meliputi pertukaran informasi, penguatan pengawasan, operasi penindakan, hingga pemusnahan barang bukti secara bersama-sama.
Sinergi ini menjadi sangat penting karena pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan di lapangan. Dukungan informasi, edukasi kepada masyarakat, serta partisipasi aktif warga juga menjadi faktor utama untuk mempersempit ruang gerak para pelaku penyelundupan dan peredaran gelap narkotika.
Modus penyelundupan narkoba pun terus berkembang. Berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, heroin, kokain, hingga zat sintetis lainnya, kerap disamarkan dalam barang bawaan penumpang, paket kiriman, maupun disembunyikan di bagian tubuh agar lolos dari pemeriksaan petugas. Kondisi ini menuntut aparat untuk terus meningkatkan kemampuan deteksi sekaligus memperkuat pengawasan di setiap pintu masuk negara.
Dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental penggunanya, tetapi juga memicu tindak kriminal, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengganggu ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba menjadi langkah penting agar semakin banyak orang mampu mengenali, menghindari, sekaligus ikut mencegah peredarannya. (*)
Reporter : CIPI CKANDINA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO