Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Zoztafia, mendorong perubahan pola penyaluran zakat dari yang selama ini bersifat konsumtif menjadi zakat produktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan di Kepri.
Harapan itu disampaikan Zoztafia usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kanwil Kemenag Kepri dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam di Ruang PTSP Kanwil Kemenag Kepri, Tanjungpinang, Kamis (9/7).
Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan bentuk aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan umat. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi segera menghadirkan program yang memberikan dampak bagi masyarakat.
”Kita kadang terlalu banyak bicara dalam mengurus umat, tetapi tidak segera bertindak. Kegiatan seperti inilah yang kita tunggu-tunggu. Saya sangat sepakat dengan PKS ini,” ujar Zoztafia.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan zakat. Proses verifikasi penerima manfaat, kata dia, harus dilakukan secara cermat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Selama ini, lanjut Zoztafia, sebagian besar penyaluran zakat masih bersifat konsumtif. Ke depan, ia berharap porsi zakat produktif terus diperbesar agar mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.
”Saya harap ke depan kita punya visi besar untuk memperbesar zakat produktif. Kita harus mengadakan kail-kail pancing yang banyak, memberikan modal dan semangat kepada warga kurang mampu agar bisa bekerja dan mandiri,” tegasnya.
Menurut Zoztafia, Kemenag juga akan menunjuk sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai lokus program pemberdayaan ekonomi umat. Selanjutnya, LAZ Batam diharapkan memberikan pendampingan dan intervensi strategis terhadap usaha yang dijalankan masyarakat sehingga taraf hidup para mustahik dapat meningkat.
”Kemenag ingin memperbesar peran kita semua untuk kesejahteraan umat. Mudah-mudahan LAZ Batam ke depan semakin maju,” katanya.
Sementara itu, Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, mengatakan program pemberdayaan ekonomi umat tersebut berawal dari amanah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI pada 2022 melalui proyek percontohan di KUA Batam Kota, kemudian diperluas ke KUA Sekupang.
Sebagai LAZ tingkat provinsi, LAZ Batam ditargetkan mendampingi lima KUA. Tahun ini, pendampingan diperluas ke tiga KUA baru, yakni KUA Batu Aji di Kota Batam, KUA Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, dan KUA Meral di Kabupaten Karimun.
Syarifuddin menjelaskan, pembiayaan program dilakukan secara mandiri oleh LAZ Batam.
Bantuan diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan riil penerima manfaat berdasarkan hasil evaluasi program yang telah berjalan.
”Ini adalah hasil evaluasi kami selama mendampingi umat di KUA Batam Kota dan KUA Sekupang. Harapan kami, program ini berjalan baik dan memberi manfaat yang lebih luas.
Meski bernama LAZ Batam, saat ini program kami sudah menjangkau lima kabupaten/kota di Kepri,” ujarnya.
Penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri Kepala Kemenag Bintan Abu Sufyan, Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan, Kepala Kemenag Karimun Riadul Afkar, Kepala Bidang Bimas Islam Ahmad H, serta jajaran Tim Kerja Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. (*)
Reporter : JAILANI
Editor : GUSTIA BENNY