Buka konten ini

GAZA (BP) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan volume bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza mengalami penurunan selama Juni 2026 akibat pembatasan dan penutupan perlintasan yang diberlakukan otoritas Israel.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sebagaimana dikutip Xinhua, Senin (6/7), menyebutkan bantuan yang dapat dibawa organisasi kemanusiaan maupun sektor swasta masih jauh dari kebutuhan masyarakat Gaza.
Menurut OCHA, seluruh jalur penyeberangan untuk pengiriman barang masih ditutup, kecuali Perlintasan Kerem Shalom atau Karem Abu Salem. Selain itu, pembatasan terhadap sejumlah jenis pasokan juga masih diberlakukan.
Meski selama akhir pekan badan-badan PBB terus mengangkut makanan dan bahan bakar melalui satu-satunya perlintasan yang masih dibuka, jumlah bantuan yang berhasil masuk tetap menurun.
Data OCHA menunjukkan volume bantuan yang masuk ke Gaza pada Juni berkurang lebih dari 4.600 palet dibandingkan Mei. Pada Mei lalu, sekitar 46.600 palet bantuan diizinkan memasuki wilayah tersebut.
”Pekan lalu, hanya 42 persen pasokan dari Mesir dan 65 persen pasokan dari Pelabuhan Ashdod, yang pada prinsipnya telah disetujui, dapat dibongkar di Kerem Shalom,” ujar OCHA.
Di sisi lain, PBB juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan dan kesejahteraan warga sipil, terutama anak-anak, di Tepi Barat.
OCHA melaporkan, pada Minggu (5/7), seorang remaja berusia 16 tahun tewas setelah ditembak pasukan Israel di Kamp Qalandiya, dekat Yerusalem. Dalam insiden yang sama, dua anak lainnya mengalami luka tembak di bagian tungkai bawah.
Sementara itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB melaporkan seorang bayi berusia empat bulan meninggal dunia di Kegubernuran Ramallah setelah pasukan Israel tidak membuka gerbang yang menutup akses utama menuju desa tempat bayi tersebut tinggal. Akibatnya, ambulans yang telah menunggu di sisi lain jalan tidak dapat menjangkau pasien tepat waktu. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY