Buka konten ini

ATLANTA (BP) – Jalan menuju perempat final Piala Dunia 2026 terbuka di depan Argentina. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, juara bertahan itu harus lebih dulu melewati tantangan dari Mesir pada babak 16 besar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (7/7) pukul 23.00 WIB.
Di atas kertas, Albiceleste jauh lebih diunggulkan. Lionel Messi dan kawan-kawan tampil konsisten sejak fase grup dengan produktivitas gol yang tinggi. Rata-rata mereka mampu mencetak sedikitnya dua gol setiap pertandingan, sekaligus menunjukkan ketajaman yang menjadi modal utama mempertahankan gelar dunia.
Rekor pertemuan juga memihak Argentina. Dari satu-satunya duel resmi kedua tim, Argentina menang telak 6-0 pada Olimpiade Amsterdam 1928. Bahkan, dalam delapan pertemuan terakhir melawan wakil Afrika di Piala Dunia, Argentina selalu keluar sebagai pemenang.
Namun, Mesir datang bukan sekadar menjadi pelengkap. Tim berjuluk The Pharaohs itu untuk pertama kalinya berhasil menembus babak 16 besar Piala Dunia. Prestasi tersebut menjadi sejarah baru sekaligus bukti bahwa mereka layak diperhitungkan. Bersama Maroko, Mesir kini menjadi harapan terakhir Afrika di fase gugur.
Argentina diperkirakan tetap mengandalkan trisula Lionel Messi, Lautaro Martinez, dan Thiago Almada di lini depan. Dukungan lini tengah yang dihuni Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister membuat permainan Albiceleste tetap seimbang antara kreativitas dan agresivitas.
Sebaliknya, Mesir berharap pada pengalaman Mohamed Salah. Penyerang Liverpool itu akan menjadi tumpuan utama bersama Omar Marmoush untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Argentina melalui serangan balik cepat.
Pelatih Lionel Scaloni meminta anak asuhnya tidak cepat puas meski berstatus favorit.
“Kami akan terus maju. Tim ini tidak pernah menyerah, itu yang paling penting,” ujar Scaloni.
Sementara pelatih Mesir, Hossam Hassan, memastikan timnya datang dengan persiapan maksimal untuk menghadapi salah satu kandidat juara.
“Kami akan berusaha keras dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang,” tegasnya.
Laga ini menjadi ujian berikutnya bagi Argentina untuk membuktikan ketajamannya masih layak ditakuti. Di sisi lain, Mesir bertekad menciptakan salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026 dengan menghentikan langkah sang juara bertahan. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK