Buka konten ini

MENTERI Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai bahwa integrasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan koperasi desa (kopdes) sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen ekonomi rakyat yang tumbuh dari desa.
“Sinergi ini menjadi langkah strategis agar pengembangan destinasi tidak hanya menghasilkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” kata Widiyanti saat peluncuran Integrasi Pokdarwis melalui Koperasi di Kabupaten Belitung, Minggu (5/7).
Melalui siaran pers yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, Widiyanti menyebut langkah tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Pokdarwis selama ini menjadi ujung tombak dalam menggerakkan aktivitas kepariwisataan di desa. Potensi dan manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut perlu dikelola lebih lanjut agar memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi masyarakat.
Oleh karena itu, koperasi diharapkan hadir sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem usaha masyarakat, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta memastikan nilai tambah pariwisata kembali dan dirasakan oleh masyarakat setempat.
“Melalui integrasi Pokdarwis dengan koperasi, kita ingin membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Mulai dari pengelolaan paket wisata, homestay, hingga kuliner yang luar biasa,” ucap Widiyanti.
Di samping itu, integrasi antara keduanya dapat memperkuat ekosistem desa wisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di Belitung.
“Integrasi Pokdarwis dengan koperasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata desa yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan desa sebagai motor penggerak ekonomi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan mengenai Program Desa Wisata yang dijadikan sebagai unggulan Kementerian Pariwisata dalam memperkuat pariwisata berbasis masyarakat. Desa wisata juga menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal Indonesia kepada dunia.
Berdasarkan data Jejaring Desa Wisata, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki 99 desa wisata. Kabupaten Belitung menjadi salah satu kontributor penting dengan 26 desa wisata.
Desa Wisata Tanjung Binga meraih Juara Harapan 1 Kategori Desa Wisata Berbasis Alam pada Wonderful Indonesia Awards 2025. Desa Wisata Keciput menjadi Juara 3 Kategori Desa Wisata Maju dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, sedangkan Desa Wisata Kreatif Terong meraih Juara Harapan Kategori Desa Wisata Maju pada ADWI 2023. (Antara)
Reporter : HREELOITA DS
Editor : AGNES DHAMAYANTI