Buka konten ini

BINTAN (BP) – Keterbatasan fasilitas dan minimnya pembinaan tidak menyurutkan semangat atlet pelajar Bintan untuk berprestasi di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepri 2026 di Tanjungbalai Karimun. Cabang olahraga atletik sukses menyumbang empat medali emas, sementara tim basket putri hanya tinggal selangkah lagi mengamankan medali.
Atletik menjadi penyumbang medali emas pertama bagi kontingen Bintan. Dari seluruh nomor yang dipertandingkan, atletik mengoleksi total 13 medali, terdiri atas 4 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Bintan finis di peringkat ketiga cabang atletik, di bawah Tanjungpinang dan Lingga.
Prestasi tersebut meningkat dibandingkan POPDA IX tahun 2024 di Batam. Saat itu, kontingen atletik Bintan gagal meraih medali emas dan hanya membawa pulang medali perak serta perunggu.
Pelatih atletik Bintan, D Julius Tuapattinaya, mengatakan keberhasilan itu diraih berkat kerja keras para atlet meski persiapan dilakukan dengan segala keterbatasan.
Menurutnya, para atlet hanya berlatih sekali dalam sepekan di Lapangan Gagak Lurus TNI AL Tanjunguban. Bahkan, atlet dari Kijang dan wilayah lain harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengikuti latihan.
”Dari pemda tidak ada seleksi maupun training center. Jadi sebelum POPDA kami melakukan seleksi secara mandiri dan menumpang latihan di Lapangan Gagak Lurus TNI AL di Tanjunguban selama hampir dua bulan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Lanal Bintan yang telah memfasilitasi tempat latihan, serta Ketua PASI Bintan, Yoyo Pang, yang membantu kebutuhan makan dan tempat tinggal atlet selama menjalani persiapan.
”Mudah-mudahan dua tahun lagi ada seleksi dan training center sehingga prestasi anak-anak bisa lebih maksimal,” harapnya.
Sementara itu, peluang menambah medali juga datang dari cabang bola basket putri. Tim basket putri Bintan menjaga asa naik podium setelah mengalahkan Tanjungpinang dengan skor 27-17 pada pertandingan di SMA Swasta Cahaya Meral, Minggu (5/7).
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Bintan setelah sebelumnya kalah dari tuan rumah Karimun pada laga pembuka.
Kapten tim basket putri Bintan, Evelyn Sim, mengatakan kemenangan diraih berkat kekompakan dan semangat seluruh pemain.
”Awalnya kami sempat kurang percaya diri karena postur lawan lebih tinggi. Tapi pelatih terus memompa semangat sehingga kami bisa keluar dari tekanan dan meraih poin demi poin,” ujarnya.
Hasil itu membuat peluang Bintan meraih medali masih terbuka. Jika memenangkan laga terakhir, Bintan berpeluang membawa pulang medali perak. Jika kalah, setidaknya medali perunggu sudah dalam genggaman.
Ketua Perbasi Bintan, Didik Apriyanto, mengapresiasi perjuangan para atlet. Namun, ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan olahraga pelajar.
”Bintan punya banyak bibit atlet muda. Tetapi perlu perhatian serius dari pemerintah daerah. Di POPDA kali ini kami hanya bisa mengirim tim putri, padahal tim putra juga siap dan membutuhkan jam terbang,” katanya.
Ia berharap prestasi yang diraih para atlet di tengah keterbatasan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan olahraga sehingga capaian Bintan pada ajang-ajang berikutnya dapat terus meningkat. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY