Buka konten ini
SRILANGKA (BP) – Kerusuhan berdarah di Penjara Negombo, Sri Lanka, menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Bentrokan yang melibatkan narapidana dan petugas penjara itu kembali pecah pada Senin (6/7) setelah sebelumnya sempat berhasil dikendalikan.
Kepolisian Sri Lanka menyatakan, dari total korban tewas, lima orang merupakan sipir penjara, sedangkan 20 lainnya adalah narapidana.
Untuk meredakan situasi, otoritas mulai memindahkan sejumlah narapidana dari Penjara Negombo ke lembaga pemasyarakatan lain.
Kerusuhan bermula pada Minggu (5/7) sekitar pukul 13.00 waktu setempat ketika dua kelompok narapidana terlibat bentrokan. Aparat sempat mengendalikan keadaan pada malam harinya, namun kekerasan kembali pecah pada Senin (6/7) pagi.
Menurut laporan media lokal Ada Derana, sedikitnya 25 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.
Sementara itu, News Wire melaporkan aparat kepolisian melepaskan tembakan untuk mengendalikan situasi setelah kembali terjadi bentrokan antara narapidana dan petugas penjara.
Militer juga dikerahkan untuk membantu mengamankan kompleks penjara di wilayah pesisir barat Sri Lanka itu.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan.
Sehari sebelumnya, bentrokan antara tahanan pra-persidangan dan narapidana yang telah divonis juga menyebabkan dua tahanan tewas dan 38 orang lainnya terluka.
Insiden tersebut diduga menjadi pemicu memburuknya situasi hingga pecah kerusuhan yang lebih besar.
Hingga kini, otoritas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab bentrokan di penjara yang dihuni sekitar 2.417 narapidana tersebut. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY