Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Harga bawang di Kota Tanjungpinang kembali merangkak naik. Kenaikan terjadi pada sejumlah jenis bawang impor, terutama yang didatangkan dari Tailan dan China. Kondisi ini mulai memengaruhi daya beli masyarakat yang memilih mengurangi jumlah belanja.
Pantauan di Pasar Bintan Center, Kamis (2/7), harga bawang merah Jawa kini mencapai Rp44 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp36 ribu per kilogram.
Pedagang Pasar Bintan Center, Lauren, mengatakan bawang merah yang dijual saat ini bukan berasal dari sentra produksi di dalam negeri, melainkan didatangkan dari Tailan karena pasokan dari daerah penghasil telah habis.
”Naiknya sekitar Rp8 ribu per kilogram. Sekarang bawang merah yang kami jual didatangkan dari Tailan karena stok dari daerah sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Tak hanya bawang merah, harga bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram. Sementara bawang Birma naik dari Rp22 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.
Menurut Lauren, kenaikan harga dipicu menipisnya pasokan bawang dari dalam negeri sehingga pedagang bergantung pada pasokan impor, terutama dari Tailan dan Tiongkok.
Selain faktor pasokan, kenaikan ongkos distribusi dalam beberapa pekan terakhir turut mendorong harga jual di tingkat pedagang.
”Apalagi bawang putih yang kami jual juga berasal dari impor Tiongkok,” katanya.
Kenaikan harga tersebut mulai berdampak pada pola belanja masyarakat. Lauren mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan karena konsumen memilih berhemat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
”Pembeli jelas berkurang. Sekarang orang lebih hemat belanja karena harga sudah naik dan MBG juga tutup,” pungkasnya. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : GUSTIA BENNY