Buka konten ini

BATAM (BP) – Pencarian terhadap Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas akhirnya berakhir. Bocah berusia 4 tahun yang hanyut terseret arus drainase di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/6) pagi setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Korban ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB di pesisir ujung Pelabuhan Pak Fendi, Tanjungsengkuang, atau sekitar 1,9 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan terjatuh dan hanyut. Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga Batumerah bernama Usmen, 32, yang baru pulang memancing di perairan sekitar Tanjungsengkuang.
Saat melintas di kawasan pesisir, Usmen melihat sesosok tubuh anak kecil terdampar di bibir pantai. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas yang tengah melakukan operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam Dedius Sembiring membenarkan penemuan korban tersebut.
“Korban ditemukan pada pukul 06.15 WIB di pesisir ujung Pelabuhan Pak Fendi Tanjungsengkuang. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak 1,9 kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh dan hanyut,” ujar Dedius.
Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Sebelumnya, Ibas dilaporkan hanyut Senin (22/6) sekitar pukul 08.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan Tanjungsengkuang. Saat itu korban sedang bermain di sekitar parit depan rumah dan diduga terpeleset hingga terjatuh ke dalam saluran drainase. Derasnya arus air kemudian menyeret korban masuk ke gorong-gorong.
Keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian sesaat setelah kejadian. Namun kuatnya arus serta panjangnya jalur drainase membuat korban belum berhasil ditemukan.
Pada hari kedua pencarian, Selasa (23/6), tim SAR gabungan memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Petugas menyusuri gorong-gorong dan drainase secara manual karena kondisi air surut. Mereka bahkan harus masuk ke saluran sempit dan berlumpur untuk memastikan tidak ada lokasi yang terlewat.
Saat air laut pasang, pencarian diperluas hingga ke wilayah perairan menggunakan perahu karet. Operasi SAR melibatkan Pos SAR Batam, Ditpolairud Polda Kepri, Satpolairud Polresta Barelang, TNI AL Batam, BPBD Kota Batam, Tagana Batam, serta masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan turut dikerahkan, mulai dari perahu karet, alat pendeteksi bawah air AquaEye, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan evakuasi.
Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bersama bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat musim hujan.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan debit air di saluran drainase, parit, maupun kubangan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan. Jangan biarkan anak bermain di dekat parit, drainase maupun aliran air tanpa pengawasan,” ujarnya.
Amru juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dengan mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi membahayakan, seperti drainase terbuka, parit yang dalam, maupun genangan air di sekitar permukiman.
“Jika terdapat drainase terbuka, kubangan, atau saluran air yang berpotensi membahayakan, kami minta agar segera diberikan pengaman sementara atau dilaporkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Menurut Amru, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Pemasangan pagar pengaman sederhana, penutup drainase, hingga rambu peringatan di lokasi rawan dinilai dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO