Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan kabar relokasi dua perusahaan komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam tidak terbukti.Hasil penelusuran lapangan menunjukkan fasilitas produksi kedua perusahaan masih beroperasi normal di Jawa Timur dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kemenperin menegaskan bahwa isu relokasi dua perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan dalam pernyataan resminya, Selasa (23/6) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait informasi yang beredar mengenai relokasi pabrik dan dugaan PHK di sektor industri komponen otomotif.
Berdasarkan hasil verifikasi, dua perusahaan yang diduga menjadi objek pemberitaan, yakni PT JAI di Kabupaten Pasuruan dan PT SAI di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih menjalankan kegiatan produksi secara normal.
”Kedua perusahaan juga tetap aktif menyampaikan laporan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Febri dalam keterangannya di Jakarta.
Dari hasil komunikasi langsung dengan manajemen perusahaan, Kemenperin memperoleh konfirmasi bahwa tidak ada rencana pemindahan fasilitas produksi ke Vietnam.
Selain itu, perusahaan juga memastikan tidak terdapat pengurangan tenaga kerja maupun PHK sebagaimana yang ramai diberitakan.
Kemenperin menyimpulkan operasional kedua perusahaan masih berjalan seperti biasa dan aktivitas manufaktur tetap berlangsung di Indonesia.
Menurut Febri, pemberitaan yang berkembang justru telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan buyer dan supplier yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif. Sejumlah mitra bisnis bahkan meminta klarifikasi terkait komitmen perusahaan terhadap kontrak dan pasokan komponen ke depan.
”Kondisi ini berpotensi mengganggu kepercayaan pasar serta iklim investasi manufaktur nasional,” katanya.
Dari sisi investasi, PT SAI dan PT JAI tercatat telah merealisasikan investasi lebih dari Rp1,9 triliun di Indonesia. Nilai tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan industri komponen otomotif nasional.
Kinerja produksi kedua perusahaan juga masih menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, PT SAI memproduksi sekitar 1,2 juta unit komponen, sementara PT JAI menghasilkan sekitar 1,6 juta unit komponen otomotif.
Menariknya, seluruh produk yang dihasilkan kedua perusahaan ditujukan untuk pasar ekspor. Dengan orientasi ekspor mencapai 100 persen, keberadaan kedua perusahaan memiliki peran penting dalam rantai pasok global industri otomotif sekaligus mendukung kinerja ekspor manufaktur Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenperin untuk memperkuat pemantauan terhadap kondisi industri nasional.
Pengawasan dilakukan secara berkala guna mendeteksi potensi gangguan produksi, penurunan permintaan, maupun risiko PHK. Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan pelaku industri menjaga keberlanjutan investasi. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI