Buka konten ini

BATAM (BP) – Setelah lima hari pencarian, Jaafar, 50, nelayan asal Kampung Ranga, Kelurahan Pulau Karas, Kecamatan Galang, Kota Batam, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pulau Terkulai, Tanjungpinang, Senin (22/6) malam.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang dalam perjalanan pulang dari Tanjung Bangun menuju Pulau Busung. Saat itu, nelayan tersebut melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan laut.
Sekretaris Desa Busung, Zuriatno, mengatakan penemuan jasad itu terjadi sekitar pukul 17.30 hingga menjelang pukul 18.00 WIB. Nelayan yang menemukan korban kemudian segera menginformasikan temuannya kepada rekan sesama nelayan dan warga sekitar.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada aparat dan instansi terkait.
”Mayat ditemukan sekitar pukul 17.30 hingga menjelang pukul 18.00 WIB. Nelayan yang menemukan sedang dalam perjalanan pulang dan melihat sesosok tubuh mengapung di laut,” ujar Zuriatno, Selasa (23/6).
Setelah menerima informasi tersebut, tim gabungan bersama nelayan setempat bergerak menuju lokasi penemuan setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Direktorat Polairud.
”Tim berangkat setelah berkoordinasi dengan Pak Bhabin dan pihak Polair. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan pada hari kelima pencarian,” katanya.
Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mengapung dan membengkak. Setelah proses identifikasi dan evakuasi selesai dilakukan, jenazah langsung dibawa ke Pulau Karas untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.
Kasatpolairud Polresta Tanjungpinang, AKP Arif Ridho, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan di perairan Pulau Terkulai merupakan Jaafar, nelayan asal Pulau Karas yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.
”Korban ialah nelayan Pulau Karas, Batam,” kata Arif.
Ia menjelaskan, beberapa hari sebelumnya korban pergi melaut seorang diri untuk mencari ikan. Namun, selang beberapa waktu kemudian, speedboat miliknya ditemukan mengapung tanpa awak di perairan Tanjung Budus, Kelurahan Karas.
”Empat hari lalu korban pergi memancing. Perahunya ditemukan terapung, kemudian jenazah korban ditemukan di perairan Pulau Terkulai,” tambahnya.
Sebelumnya, warga sempat melakukan pencarian secara mandiri setelah menemukan perahu korban. Karena tidak membuahkan hasil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat dan tim SAR.
Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri atas warga, nelayan, Direktorat Polairud Polda Kepri, Basarnas, Satpolairud Polresta Tanjungpinang, Satpolairud Polres Bintan, serta tokoh masyarakat setempat melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan sekitar Karas, Pulau Sembur, Penarik hingga Galang Baru.
Selama lima hari pencarian, puluhan nelayan turut mengerahkan pompong dan speed boat untuk memperluas area pencarian.
Usai dievakuasi dan diidentifikasi, jenazah Jaafar dikawal menuju Pulau Karas dan diserahkan kepada keluarga pada Senin malam. Prosesi penyerahan dihadiri pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan keluarga korban.
”Korban langsung dibawa ke Karas untuk dikebumikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Zuriatno. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA – MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO