Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,92 persen pada Mei 2026. Angka tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri yang mencapai 112,47.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,38 persen.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh kelompok pengeluaran,” ujar Toto, Rabu (17/6).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan inflasi sebesar 5,60 persen. Disusul kelompok transportasi yang naik 3,98 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,86 persen, kelompok kesehatan 1,82 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,80 persen.
Selain itu, kelompok pendidikan mengalami kenaikan 1,47 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 1,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,19 persen, serta kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,82 persen.
Menurut Toto, sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Kepri antara lain emas perhiasan, angkutan udara, daging sapi, telur ayam ras, ikan tongkol, bensin, dan telepon seluler.
Sebaliknya, beberapa komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi antara lain bawang putih, santan segar, bawang merah, kentang, susu bubuk, dan udang basah.
Dari sisi andil kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi y-on-y dengan kontribusi 1,64 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 0,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,19 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil 0,07 persen, kelompok kesehatan 0,05 persen, serta kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen.
BPS juga mencatat seluruh daerah yang menjadi cakupan IHK di Kepri mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 4,30 persen dengan IHK 110,29.
Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 2,76 persen dengan IHK 109,62.
Adapun Kota Batam mencatat IHK sebesar 113,14 dengan inflasi y-on-y sebesar 3,99 persen dan inflasi bulanan sebesar 0,33 persen.
“Seluruh kabupaten dan kota IHK di Kepri mengalami inflasi y-on-y pada Mei 2026,” tutup Toto. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY