Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Sebanyak 35.476 calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih bakal menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) sebelum bertugas mengelola program tersebut.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan pelatihan itu menjadi bagian dari pembekalan kedisiplinan dan bela negara bagi para calon pengelola koperasi dan kampung nelayan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan saat ini pelaksanaan latsarmil masih dalam tahap persiapan.
“Pelatihan direncanakan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan (satdik) yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Rico, Selasa (16/6).
Ia menjelaskan, peserta akan menjalani pelatihan kedisiplinan dan bela negara selama 30 hari. Setelah itu, mereka akan mengikuti pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian teknis terkait.
“Untuk aspek kedisiplinan dan bela negara, durasi pelatihan direncanakan selama 30 hari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari,” katanya.
Menurut Rico, materi pelatihan dirancang sesuai kebutuhan pengelolaan Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih. Selain dibekali kemampuan manajerial, peserta juga akan dipersiapkan sebagai bagian dari Komcad.
“Jumlah peserta yang direncanakan mengikuti program tersebut sekitar 35.476 orang, terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola Kopdes Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta akan ditetapkan sebagai anggota Komponen Cadangan.
Sebelumnya, informasi mengenai kewajiban mengikuti latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih sempat beredar di masyarakat. Kemhan kini mengonfirmasi bahwa tahapan tersebut memang menjadi bagian dari proses pembentukan dan pembekalan peserta sebelum menjalankan tugasnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK