Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak tujuh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tanjungpinang menghentikan operasional sementara. Penutupan tersebut berdampak pada sekitar 15 ribu penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari siswa sekolah hingga ibu menyusui.
Jumlah penerima manfaat yang terdampak terus bertambah seiring bertambahnya unit SPPG yang menghentikan layanan.
Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno Dwi, mengatakan sebelumnya jumlah penerima MBG yang terdampak berkisar 12 ribu orang. Namun, setelah dua unit SPPG tambahan ikut berhenti beroperasi, jumlahnya meningkat sekitar 3 ribu penerima.
“Sebelumnya sekitar 12 ribu penerima. Karena ada penambahan dua SPPG yang tutup sementara, jumlah penerima yang terdampak bertambah sekitar 3 ribu orang,” ujarnya, Kamis (11/6).
Menurut Retno, penghentian operasional dipicu persoalan modal yang belum tersedia untuk menjalankan kegiatan dapur MBG.
Adapun SPPG yang menghentikan operasional sementara antara lain SPPG 2 Tanjungpinang Barat, SPPG 3 Batu IX, SPPG Tanjung Ayun Sakti, SPPG 4 Batu IX, SPPG Kampung Bulang, serta SPPG Polresta Tanjungpinang.
Retno mengaku belum dapat memastikan kapan dapur-dapur MBG tersebut akan kembali beroperasi.
“Kami masih menunggu pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional. Untuk kapan kembali beroperasi, kami belum bisa memastikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, Syarti Widya, belum dapat memastikan apakah penghentian operasional sejumlah SPPG tersebut berkaitan dengan persoalan yang tengah mencuat di tingkat pusat. “Saya tidak bisa memastikan hal tersebut,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, penghentian sementara layanan MBG mulai dirasakan para penerima manfaat. Sari, salah seorang orang tua murid di sekolah swasta kawasan Jalan Skenario, Tanjungpinang, mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak sekolah terkait penghentian sementara penyaluran MBG.
Orang tua murid diminta kembali menyiapkan bekal makanan untuk anak-anak mereka selama program belum berjalan normal.
“Pihak sekolah sudah menginformasikan. Orang tua diminta menyiapkan bekal untuk dibawa ke sekolah,” ujarnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY