Buka konten ini

PARIS (BP) – Mirra Andreeva sudah lama disebut sebagai calon juara grand slam. Itu setelah dia membuat kejutan dengan menembus babak 16 besar Madrid Open saat masih berusia 16 tahun pada 2023. Tiga tahun berselang, Andreeva benar-benar mewujudkan prediksi itu.
Andreeva memastikan gelar grand slam pertamanya di French Open 2026 pada Sabtu (6/6). Dia mengalahkan petenis asal Polandia, Maja Chwalinska, 6-3, 6-2. Pada usia 19 tahun, Andreeva menjadi juara termuda Roland Garros sejak Monica Seles meraihnya di usia 16 tahun pada 1992.
“Saya sudah menonton Roland Garros di televisi sejak masih sangat kecil. Menjuarai turnamen ini adalah mimpi besar saya dan saya masih tidak percaya bisa memegang trofi ini sekarang,” kata Andreeva saat seremoni penyerahan trofi dikutip dari laman resmi WTA.
Gelar itu terasa istimewa bagi Andreeva. Sebab, dia harus melewati berbagai tantangan dalam dua musim terakhir. Dia kerap menunjukkan emosi berlebihan di lapangan. Tekanan sebagai salah satu talenta terbesar tenis putri dunia justru seringkali jadi penghalang saat dia berstatus favorit.
Salah satunya terjadi di Indian Wells pada Maret lalu. Datang sebagai juara bertahan, Andreeva justru tersingkir lebih awal. beberapa pengalaman itu justru membuat Andreeva berusaha lebih, terutama dalam aspek mental bersama psikolog. Selain itu, dia juga mencoba bersikap lebih tenang, sama seperti idolanya, Roger Federer. “Saya menonton banyak pertandingan Roger di sini,” kata Andreeva saat konferensi pers dikutip dari Punto de Break.
Di sisi lain, Chwalinska tetap pulang dengan kepala tegak. Dia mencatat sejarah sebagai petenis kualifikasi pertama yang mampu mencapai final Roland Garros.
Sebelum turnamen dimulai, petenis ranking 114 dunia tersebut bahkan sempat kesulitan membayar biaya hotel karena hadiah pertandingan baru dibayarkan setelah turnamen berakhir. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO