Buka konten ini

BATAM (BP) – Sebanyak 30 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 telah disiapkan di berbagai wilayah Kepulauan Riau, sebagai bagian dari upaya menyemarakkan ajang sepak bola terbesar dunia sekaligus menggerakkan aktivitas olahraga dan ekonomi masyarakat.
Kepala TVRI Kepulauan Riau, Yenni Marlinda, menyebutkan seluruh titik nobar tersebut masih akan melalui tahap kurasi untuk menentukan statusnya, baik komersial maupun nonkomersial. Proses ini penting agar pelaksanaan nobar berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Di Kota Tanjungpinang, sejumlah lokasi strategis sudah didaftarkan, seperti kawasan Taman Gurindam 12 dan Pulau Penyengat. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata seperti restoran dan hotel.
Yenni juga mengajak masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha untuk ikut ambil bagian dengan mendaftarkan kegiatan nobar secara resmi. Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Sebagai bagian dari sosialisasi, TVRI Kepri menggelar rangkaian kegiatan seperti Bola Gembira, coaching clinic, hingga pertandingan ekshibisi di Arena Sukan Kampus UMRAH, Tanjungpinang. Program ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme publik, khususnya generasi muda, terhadap sepak bola.
Sementara itu, Ketua KONI Tanjungpinang, Abdul Halim, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, nobar Piala Dunia tidak hanya membangkitkan semangat olahraga, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal, terutama pelaku UMKM.
Salah satu titik nobar utama direncanakan berlangsung di Lapangan Pamedan Ahmad Yani yang memiliki kapasitas besar untuk menampung masyarakat. Selain itu, setiap lokasi juga diharapkan menghadirkan diskusi atau talkshow sepak bola dengan pelatih dan praktisi berlisensi guna memperkaya wawasan pembinaan atlet muda.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, momen Piala Dunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga momentum untuk menghidupkan gairah sepak bola di Kepulauan Riau. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO