Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Warga Perumahan Gesya Paradise dan Asena di kawasan Pancur, RW 06, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, mengeluhkan kondisi akses jalan menuju permukiman mereka yang hingga kini belum tersentuh semenisasi maupun pengaspalan.
Setiap kali hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan mobilitas warga. Sebaliknya, saat cuaca panas, debu tebal beterbangan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Kondisi ini disebut telah berlangsung sejak warga mulai menempati perumahan tersebut pada 2021 lalu. Selama kurang lebih lima tahun, warga harus berjibaku dengan jalan rusak yang tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak.
Ketua RT 06/RW 06 Kelurahan Tanjungpiayu, Zulfikar, membenarkan keluhan tersebut. Ia menyebut warga berharap adanya perhatian serius agar akses jalan segera diperbaiki, setidaknya melalui semenisasi.
“Kalau hujan seperti kubangan lumpur, kalau panas berdebu. Warga sudah lama mengeluhkan kondisi ini karena akses keluar masuk rumah jadi sulit,” ujar Zulfikar, Senin (25/5).
Hal senada disampaikan Ketua RW 06, Harno. Ia menuturkan, selama lima tahun terakhir warga harus menghadapi kondisi jalan yang becek dan licin saat hujan, serta berdebu saat kemarau.
“Sudah lima tahun kami merasakan jalan seperti ini. Saat hujan becek dan licin, kalau panas debunya tebal. Ibu-ibu sering jatuh karena jalan berlumpur,” katanya.
Warga lainnya, Viko, berharap adanya solusi sederhana dari pemerintah maupun pihak terkait. Menurutnya, semenisasi sudah cukup untuk mengatasi persoalan akses yang selama ini dipenuhi lumpur.
“Kami tidak menuntut yang mewah, minimal disemenisasi supaya tidak becek lagi. Kasihan warga yang tiap hari harus melewati lumpur,” ujarnya.
Menurut warga, berbagai upaya telah dilakukan dengan menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan hingga kecamatan. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan tersebut.
“Sudah kami sampaikan ke kelurahan dan kecamatan, tapi diarahkan ke developer. Sementara dari pengembang disebut itu tanggung jawab pemerintah. Jadi warga seperti dipingpong terus,” kata Harno.
Warga berharap pemerintah dan pihak pengembang dapat segera duduk bersama untuk mencari solusi. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama bagi penghuni Perumahan Gesya Paradise dan Asena dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga perbaikannya dinilai mendesak. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO