Buka konten ini

NONGSA (BP) – Isu begal yang sempat ramai di media sosial di kawasan Sambau, Nongsa, dipastikan tidak benar. Polisi mengungkap pria yang sempat ditemukan terluka di lokasi tersebut diduga justru hendak mengambil pisang orang lain sebelum akhirnya jatuh dari tebing saat berusaha melarikan diri.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada 19 Mei lalu. Saat itu, seorang pria bernama Al ditemukan warga dalam kondisi terluka setelah terjatuh dari tebing di kawasan Kavling Sambau.
“Informasi yang beredar soal begal itu tidak benar. Yang bersangkutan awalnya mengaku sebagai korban begal setelah ditolong warga,” ujar Rayhan, Senin (25/5).
Menurut dia, warga yang iba kemudian membawa Aldi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun setelah kondisinya membaik dan dilakukan pendalaman, polisi menemukan fakta yang berbeda.
Dari hasil pemeriksaan, Al diduga hendak mengambil pisang di kebun milik warga. Aksinya kemudian dipergoki, sehingga ia panik dan berusaha melarikan diri ke arah tebing.
“Saat kabur itulah dia terjatuh hingga mengalami patah kaki,” kata Rayhan.
Ia menjelaskan, dugaan tersebut terungkap setelah warga menemukan sepeda motor milik Al yang tertinggal di sekitar lokasi kejadian.
Dari temuan itu, polisi kemudian melakukan penelusuran hingga mengetahui kronologi sebenarnya.
“Motor pelaku tertinggal di dekat rumah warga. Dari situ terungkap fakta sebenarnya,” jelasnya.
Meski demikian, kasus tersebut tidak diproses hukum. Sebab, tidak ada laporan resmi dari warga serta tidak ditemukan kerugian yang dapat ditindaklanjuti secara pidana. Kebun pisang yang diduga menjadi sasaran juga belum diketahui secara pasti pemiliknya.
“Karena tidak ada laporan dan tidak ada kerugian, yang bersangkutan kemudian dipulangkan ke keluarganya setelah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Rayhan.
Ia menambahkan, Al sebelumnya diduga pernah melakukan aksi serupa di lokasi berbeda. Warga berharap, Al bisa menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tak melakukan aksi serupa lagi. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO