Buka konten ini

BATAM (BP) – Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama lebih dari sepekan dikeluhkan warga Perumahan Legenda Bali Blok D3. Kondisi tersebut membuat sampah menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan.
Salah seorang warga, Iwan, mengungkapkan bahwa penumpukan sampah sudah terjadi sekitar lebih dari satu minggu. Padahal, sebelumnya pengangkutan sampah rutin dilakukan dua kali dalam sepekan. Namun belakangan, petugas dinilai jarang datang.
“Di Blok D komplek kami sampah sudah menumpuk. Sudah semingguan lebih tidak diangkut. Dulu biasanya dua kali seminggu, sekarang terkesan jarang,” ujar Iwan, Rabu (20/5).
Ia menyebutkan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan hampir merata di seluruh kawasan perumahan. Akibatnya, aroma tidak sedap mulai menyebar, terutama saat cuaca panas maupun setelah hujan.
“Sepertinya hampir satu komplek tidak diangkut. Selain menjijikkan, baunya juga sudah menyengat,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Dika. Ia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu munculnya penyakit, terlebih di musim hujan. Menurutnya, tumpukan sampah berpotensi menjadi sarang lalat dan nyamuk pembawa penyakit.
Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pengangkutan sampah secara rutin agar lingkungan kembali bersih dan nyaman.
“Jangan sampai dibiarkan terlalu lama karena bisa berdampak ke kesehatan warga,” ujar seorang warga lainnya.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Perumahan Dreamland. Sejumlah tempat pembuangan sampah tampak penuh, bahkan meluber hingga ke luar bak penampungan lantaran belum diangkut.
Warga setempat mengaku resah dan mempertanyakan pelayanan yang diterima, mengingat mereka tetap membayar iuran sampah setiap bulan.
“Kami bayar iuran sampah tiap bulan, tapi pelayanannya seperti ini,” keluh warga lainnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Iqbal, menyatakan pihaknya akan melakukan pengangkutan sampah di kawasan tersebut. Namun hingga kini, warga menyebutkan sampah masih terlihat menumpuk di sejumlah titik. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO