Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat bantuan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, terutama pada masa ketika ia belum berada dalam lingkaran kekuasaan. Bantuan itu, kata Prabowo, berkaitan dengan urusan ekonomi.
Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo pada penghujung pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Saat itu, Prabowo menoleh ke arah Ketua DPR RI Puan Maharani-putri Megawati-sembari mengenang masa-masa sulit yang pernah ia alami.
“Waktu saya tidak berkuasa, Bu Mega juga membantu saya di bidang ekonomi,” ujar Prabowo.
Ia menuturkan, pada periode tersebut Megawati yang kala itu menjabat Presiden ke-5 RI bahkan menginstruksikan jajarannya agar tidak menghambat Prabowo mengikuti tender-tender pemerintah.
“Kalau memang Prabowo yang menang tender, jangan diganggu. Diteruskan,” kata Prabowo menirukan pesan Megawati.
Prabowo mengaku sikap itulah yang kini ia teladani dalam memimpin pemerintahan. Ia menegaskan tidak akan membatasi pengusaha mengikuti tender pemerintah, meskipun mereka memiliki afiliasi politik tertentu, termasuk dengan PDI Perjuangan.
“Kalau dia menang, ya menang saja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” kata Prabowo.
Dalam pidato yang sama, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang saat ini menjadi satu-satunya partai di parlemen yang berada di luar pemerintahan.
Menurut Prabowo, keberadaan PDIP sebagai oposisi penting untuk menjaga mekanisme pengawasan dan keseimbangan kekuasaan.
“PDIP berkorban berada di luar pemerintah. Itu berjasa bagi demokrasi kita,” ujarnya.
Prabowo bahkan mengaku kerap merasa “pilu” mendengar kritik keras dari kader PDIP. Namun, ia menyadari kritik tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan.
“Walaupun kita tidak suka diingatkan, sering kali justru itu yang menyelamatkan kita,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai pernyataan Prabowo merupakan ungkapan tulus dari lubuk hati terdalam.
Menurut Dasco, apresiasi Prabowo kepada PDIP dan Megawati mencerminkan penghormatan terhadap peran oposisi dalam demokrasi.
“Kritik-kritik dari PDIP adalah kritik yang membangun dan sudah berjalan selama Pak Prabowo memimpin,” ujar Dasco usai rapat paripurna di kompleks parlemen. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR