Buka konten ini

Desain rumah retro kembali populer lewat perpaduan warna cerah, furnitur unik, dan nuansa khas era 1960-an yang membuat hunian terasa lebih hidup dan hangat.
DESAIN rumah retro mampu menghadirkan suasana hangat, unik, dan penuh karakter di dalam hunian. Konsep ini identik dengan nuansa era 1960-an yang menonjolkan warna-warna berani, bentuk furnitur unik, serta tata ruang yang terasa lebih santai dan terbuka.
Dilansir 88.co, desain retro banyak dipilih karena dapat membuat rumah terlihat lebih hidup dan tidak monoton. Perpaduan warna cerah seperti oranye, kuning, hijau, dan biru menjadi ciri khas yang membuat interior terasa lebih ekspresif dan menarik.
Selain warna, rumah bergaya retro juga identik dengan penggunaan furnitur berbentuk unik dan pencahayaan dekoratif. Lampu gantung, sofa berbentuk lengkung, hingga meja dengan desain sederhana menjadi elemen yang sering digunakan untuk memperkuat nuansa retro.
Konsep ruang terbuka juga menjadi salah satu daya tarik desain rumah retro. Beberapa area dalam rumah biasanya dibuat menyatu agar ruangan terasa lebih luas, nyaman, dan fungsional.
Tak hanya menghadirkan kesan estetik, desain retro juga dinilai mampu menciptakan suasana rumah yang lebih santai dan menyenangkan. Karena itu, konsep ini kembali populer dan banyak diterapkan pada hunian modern masa kini.
Bagi yang ingin menerapkan konsep tersebut, ada beberapa ciri khas desain rumah retro yang perlu diperhatikan agar tampilan interior tetap selaras dan nyaman dipandang.

(Foto Kanan) Furnitur berbahan unik dan desain khas era 1960-an menjadi elemen yang memperkuat nuansa retro di dalam ruangan. Foto: mitchellflores.co
Kombinasi Warna Cerah
Salah satu ciri utama desain retro adalah penggunaan warna-warna cerah dan mencolok pada furnitur maupun dekorasi ruangan.
Beberapa warna yang identik dengan gaya retro antara lain hijau alpukat, biru telur asin, kuning, cokelat, oranye, dan merah.
Agar ruangan tetap seimbang, warna-warna cerah tersebut biasanya dipadukan dengan dinding berwarna putih atau netral.
Pencahayaan yang Unik
Desain retro juga dikenal melalui penggunaan lampu dengan bentuk dan warna yang unik.
Lampu berwarna hijau, biru, atau oranye dapat memperkuat nuansa retro dalam ruangan. Lampu lava, lampu berbentuk kotak, hingga lampu berumbai menjadi pilihan yang populer.
Penempatan lampu biasanya berada di ruang tamu, sudut ruangan, atau dekat televisi sebagai elemen dekoratif.
Dekorasi Pop Art
Gaya retro identik dengan dekorasi pop art yang populer pada era 1960-an.
Dekorasi ini bisa berupa lukisan, poster, atau pajangan tokoh terkenal seperti Marilyn Monroe, The Beatles, maupun ilustrasi mobil klasik.
Agar tampil lebih menarik, pop art dapat dipadukan dengan ornamen berwarna cerah.
Lantai dan Wallpaper Geometris
Ciri khas lain dari desain retro adalah penggunaan pola geometris pada lantai maupun wallpaper.
Motif yang sering digunakan antara lain kotak-kotak, lingkaran, segitiga, hingga pola titik-titik. Pola repetitif tersebut mampu menciptakan kesan klasik dan dinamis dalam ruangan.
Material Sintetis
Interior bergaya retro banyak menggunakan material sintetis seperti plastik, vinil, karet, serat fiber, hingga besi.
Material tersebut biasanya diaplikasikan pada lantai maupun furnitur, lalu dipadukan dengan elemen kayu agar ruangan terasa lebih hangat dan seimbang.
Ruang Terbuka
Desain retro umumnya mengusung konsep ruang terbuka dengan beberapa fungsi ruang yang digabung dalam satu area.
Untuk membedakan tiap area, dapat digunakan pencahayaan berbeda atau sekat ruangan yang fleksibel dan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan.
Furnitur dengan Bentuk Unik
Furnitur retro biasanya memiliki bentuk yang unik dan tidak biasa.
Pada era 1960-an, banyak furnitur dibuat dari material inovatif seperti plastik atau logam dengan desain yang berani dan futuristis.
Kursi plastik, meja berbentuk lengkung, atau lampu dekoratif menjadi ciri khas yang sering ditemukan dalam interior retro.
Kaya Tekstur
Interior retro juga dikenal kaya akan tekstur pada berbagai elemen dekorasi.
Penggunaan karpet, wallpaper, atau kain bermotif bunga, garis, hingga corak klasik dapat memperkuat karakter retro dalam ruangan.
Perpaduan tekstur tersebut membuat interior terasa lebih hangat, hidup, dan artistik. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI