Buka konten ini

CRISTIAN Chivu mencatatkan prestasi yang tidak biasa dalam persepakbolaan Italia. Chivu memenangi doblete, dua gelar domestik dalam semusim di Italia, ketika sebagai pemain dan pelatih. Masing-masing diraih Chivu bersama Inter Milan.
Chivu meraih scudetto Serie A dan juara Coppa Italia sebagai pemain Inter pada musim 2009–2010. Musim ini (2025–2026), dia memenangi scudetto dan Coppa Italia sebagai allenatore Inter. Chivu memenanginya dalam musim pertamanya membesut Nerazzurri –sebutan Inter.
Scudetto telah direngkuh akhir bulan lalu (27/4), sementara Coppa Italia dimenangi skuad Chivu di Stadio Olimpico, Roma, kemarin (14/5). Inter menekuk SS Lazio dengan dua gol tanpa balas. Gol bunuh diri bek kanan Lazio Adam Marusic pada menit ke-14 berhasil digandakan kapten Inter Lautaro Martinez pada menit ke-35.
’’Aku memberi Chivu nilai sepuluh di musim ini! Dia memberi kontribusi besar bagi kami,’’ puji Lautaro saat diwawancarai Sport Mediaset. ’’Doblete ini sangat berarti dan tidak mudah untuk mengulanginya musim-musim depan. Kami menjalani musim yang benar-benar penting, dari hasil akhir, permainan, intensitas, dan performa,’’ sambung El Toro –sapaan akrab Lautaro.
Tandem Lautaro, Marcus Thuram, juga menganggap Chivu sebagai kartu as Inter musim ini.
’’Dia tidak ternilai. Dia mengembalikan kepercayaan diri para pemain (setelah Inter nirgelar alias tiga kali runner-up musim lalu, red). Kami bisa memenangi dua gelar musim ini karena dirinya,’’ ucap striker timnas Prancis tersebut.
Setelah memenangi doblete pada musim pertamanya, Chivu telah berpikir rekor-rekor baru lainnya bagi Inter musim depan. Dia membidik sukses di ajang Liga Champions.
’’Kami bisa mencatat hasil yang lebih baik di Liga Champions. Masih ada ruang dalam tim untuk perbaikan,’’ klaim Chivu kepada Sempre Inter. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO