Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Syafrudin, menaruh perhatian terhadap kondisi personel Polri yang bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas. Jarak penugasan yang jauh dari keluarga dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi anggota di lapangan.
Hal itu disampaikan Asep saat kunjungan kerja ke Mapolres Kepulauan Anambas, Kamis (14/5). Menurutnya, banyak personel yang harus menjalani penugasan bertahun-tahun jauh dari keluarga.
Sebagian besar keluarga anggota, kata dia, berada di Batam, Tanjungpinang hingga Bintan. Kondisi tersebut membuat personel harus membagi fokus antara tugas dan keluarga.
“Keluarga mereka ada yang di Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Tentu pikiran bercabang, tidak fokus dalam tugas dan akhirnya cepat-cepat mengajukan mutasi,” ujar Asep.
Ia mengakui tingginya permintaan mutasi dari personel yang bertugas di Anambas menjadi perhatian serius jajaran Polda Kepri. Namun, proses mutasi tetap harus mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan keseimbangan jumlah personel.
Menurutnya, perpindahan anggota tidak bisa dilakukan sekaligus tanpa memperhitungkan pengganti yang akan bertugas di wilayah perbatasan tersebut.
“Nanti kita lihat yang sudah lima tahun ke atas berdinas di Anambas kita rolling. Tapi harus dilihat juga siapa penggantinya. Jangan yang keluar 10 orang, yang masuk cuma satu,” katanya.
Asep menjelaskan, kondisi geografis Anambas sebagai daerah kepulauan dan perbatasan memang memiliki tantangan berbeda dibanding wilayah lain di Kepri. Selain jauh dari keluarga, personel juga harus menghadapi keterbatasan transportasi dan jarak antarpulau yang cukup jauh. Meski demikian, ia menilai personel Polres Kepulauan Anambas tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk perhatian terhadap anggota, Polda Kepri berencana menyiapkan kebijakan khusus bagi personel yang telah lama berdinas di wilayah perbatasan.
Kebijakan tersebut nantinya diharapkan memberi kemudahan mutasi bagi anggota yang telah memenuhi masa dinas tertentu agar dapat lebih dekat dengan keluarga.
“Agar ada penyegaran dan anggota juga punya kesempatan lebih dekat dengan keluarga,” ucapnya.
Ia menambahkan, rencana kebijakan itu masih akan dibahas bersama tim pengawasan internal di lingkungan Polda Kepri.
“Nanti tim Irwasda akan melihat seperti apa kebijakan yang akan diterapkan,” katanya.
Selain itu, Kapolda juga mempertimbangkan pemberian kuota khusus bagi anggota asal Anambas yang ingin melanjutkan karier ke jenjang perwira.
“Kalau dia asli sini dan mau sekolah perwira, nanti kita pertimbangkan. Dengan catatan setelah lulus kembali lagi bertugas di Anambas,” ujar Asep. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY