Buka konten ini

MENTERI Koperasi Ferry Juliantono mengatakan penguatan koperasi merupakan bagian dari agenda besar nasional karena merupakan cita-cita para pendiri Republik Indonesia.
“Malam ini, Bung Hatta tersenyum melihat kita semua. Ini membuktikan bahwa cita-cita para pendiri republik masih terus hidup dan dilanjutkan,” katanya dalam sambutannya dalam keterangan di Kupang, Minggu.
Hal ini saat dirinya hadir dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tanaoba Lais Manekat (TLM).
Menteri Ferry mengapresiasi capaian Koperasi Simpan Pinjam (KSP) TLM Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Dengan aset mencapai Rp1,2 triliun, menurutnya, koperasi itu dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain di NTT maupun Indonesia.
Ia menegaskan bahwa koperasi harus kembali ditempatkan sebagai sokoguru perekonomian nasional, sebagaimana amanat konstitusi.
Pemerintah saat ini juga tengah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target 83 ribu unit di seluruh Indonesia.
Koperasi tersebut diharapkan berfungsi sebagai penyalur kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menyerap hasil produksi masyarakat desa, serta menjadi instrumen distribusi program pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Pemerintah juga membuka akses pembiayaan hingga Rp3 miliar per unit dalam bentuk dukungan infrastruktur seperti gudang, kendaraan distribusi, dan sarana pendukung lainnya.
Manajer Utama KSP TLM Indonesia, Zesly N.W. Pah, melaporkan bahwa kinerja koperasi sepanjang Tahun Buku 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliun kepada sekitar 293 ribu anggota.
“Aset kami saat ini mencapai Rp1,2 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp1,4 triliun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa selama 16 tahun beroperasi, KSP TLM fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro, yang saat ini menjadi mayoritas anggota koperasi.
Rangkaian kegiatan RAT KSP TLM diisi dengan berbagai agenda, antara lain pelatihan, pendampingan koperasi binaan, pelatihan pengelolaan keuangan, serta festival kuliner yang melibatkan sekitar 100 pelaku industri kecil menengah. (Antara)
Reporter : KORNELIS KAHA
Editor : AGNES DHAMAYANTI