Buka konten ini

DINAMIKA pasar kerja di Kota Batam pada awal 2026 masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lapangan kerja. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, jumlah pencari kerja tercatat lebih tinggi dibandingkan serapan tenaga kerja.

Data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 6.163 pencari kerja. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja yang berhasil terserap sebanyak 2.474 orang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang kerja masih tersedia, namun penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya mampu mengimbangi masuknya pencari kerja baru ke pasar kerja.
Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, mengatakan pola tersebut masih sejalan dengan tren tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 29.710 orang, dengan penempatan tenaga kerja mencapai 14.832 orang.
“Pola ini relatif sama. Jumlah pencari kerja masih lebih besar dibandingkan yang terserap. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri,” ujarnya.
Pada triwulan pertama 2026, tingkat penyerapan tenaga kerja berada di kisaran 40 persen. Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, baik dari sisi kesiapan tenaga kerja maupun kebutuhan industri.
Di sisi lain, peluang kerja di Batam masih tergolong terbuka. Sepanjang 2025, tercatat 18.528 lowongan kerja tersedia dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, galangan kapal, elektronik, hingga jasa.
Namun, Yudi menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya pada jumlah lowongan, melainkan pada kualitas dan kesiapan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan industri yang semakin spesifik.
“Perusahaan saat ini cenderung lebih selektif. Selain pendidikan formal, keterampilan dan kesiapan kerja menjadi pertimbangan utama,” katanya.
Batam sendiri masih menjadi salah satu daerah tujuan utama pencari kerja, seiring berkembangnya sektor industri dan jasa di kota tersebut. Kondisi ini turut berkontribusi pada tingginya jumlah pencari kerja setiap tahunnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Disnaker Batam terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi, agar pencari kerja memiliki daya saing yang lebih baik di tengah ketatnya persaingan pasar kerja. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO