Buka konten ini

BATAM (BP) – BP Batam menyatakan bahwa rencana penutupan Jembatan Seiladi yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat belum menjadi keputusan final. Otoritas kawasan tersebut masih melakukan pembahasan dan kajian teknis terkait wacana tersebut yang muncul seiring proyek pelebaran Jalan Gajah Mada pada ruas Tiban–Baloi.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan mengenai penutupan jembatan tersebut.
“Belum diputuskan. Masih dalam diskusi dan kajian,” kata Mouris, Minggu (16/3).
Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan pembahasan internal untuk menilai berbagai aspek teknis sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap keberadaan Jembatan Seiladi.
Di sisi lain, proyek pengembangan infrastruktur jalan di kawasan tersebut telah mulai berjalan. Mouris menyebut anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp138 miliar.
“Anggarannya kurang lebih Rp138 miliar,” ujarnya.
Aktivitas proyek terlihat dari proses pembersihan lahan di sepanjang Jalan Gajah Mada, terutama pada ruas dari arah Flyover Seiladi menuju Flyover Laluan Madani. Sejumlah pohon di tepi jalan telah ditebang sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
Menurut Mouris, pekerjaan yang berlangsung saat ini merupakan tahap awal sebelum konstruksi utama dimulai.
“Sudah dimulai tahap land clearing atau pembersihan lahan. Target pengerjaan proyek ini 13 bulan,” tambahnya.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas Jalan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat di Batam, khususnya pada koridor Tiban menuju Baloi.
Dalam rencana pembangunan, ruas jalan tersebut akan diperluas untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas.
“Nantinya ada dua jalur utama, masing-masing tiga lajur,” kata Mouris. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO