Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Empat awak kapal KM Pelangi 15 yang ditemukan selamat, akhirnya tiba di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, Jumat (12/12) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
Setibanya di Nyamuk, para korban, yakni Syaiful Anwar, Abidin, Sarip, dan Juraimi, langsung dievakuasi ke Puskesmas Siantan Timur untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas memastikan kondisi mereka aman meski masih terlihat lemah setelah bertahan di laut selama berjam-jam.
Selain menjalani perawatan, keempat awak kapal juga dimintai keterangan oleh Danposal Memperuk, Letda Laut (P) Eko Purnomo, untuk memastikan kronologi insiden tenggelamnya KM Pelangi 15.
Eko menjelaskan, menurut pengakuan nakhoda Syaiful Anwar, kapal tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi saat dalam perjalanan menuju Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
“Angin kencang membuat nakhoda tidak mampu melanjutkan perjalanan dan memutuskan kembali ke Tarempa. Tidak lama setelah berputar balik, kapal terhempas dan bodinya patah,” ujar Eko.
Ia menambahkan, situasi saat itu sangat genting sehingga awak kapal tidak sempat mengirimkan kabar maupun sinyal darurat. “Kondisinya sudah tidak memungkinkan,” jelasnya.
Meski sempat terombang-ambing di laut, Eko menyampaikan kondisi seluruh korban kini berangsur membaik. “Alhamdulillah sekarang kondisi korban sudah mulai membaik dan segar,” kata Eko.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan nelayan agar kejadian ini menjadi pelajaran penting. “Baik nelayan maupun nakhoda kapal harus memperhatikan faktor keamanan sebelum berangkat ke laut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sebelumnya, keempat awak KM Pelangi 15 ditemukan oleh nelayan Tambelan pada Rabu (10/12) sekitar pukul 18.30 WIB secara bertahap. Juraimi ditemukan pertama, disusul Abidin dan Sarip satu jam kemudian. Nakhoda kapal, Syaiful Anwar, baru ditemukan pada Kamis (11/12) sekitar pukul 02.00 WIB.
Keempatnya ditemukan mengapung di atas fiber ikan yang digunakan untuk bertahan hidup hingga berhasil diselamatkan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY