Buka konten ini

NONGSA (BP) – Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri mulai mempersiapkan layanan transportasi untuk menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Seluruh operator angkutan diimbau memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi masyarakat.
Kepala BPTD Kelas II Kepri, Dini Kusumahati Damarintan, mengatakan, telah menggelar rapat koordinasi perdana bersama seluruh operator angkutan umum di wilayah Kepri. Rapat tersebut menjadi langkah awal persiapan menghadapi lonjakan mobilitas penumpang pada akhir tahun.
“Untuk kesiapan Nataru, kami sudah lakukan rapat koordinasi awal dengan para operator angkutan. Fokus kami adalah memastikan pelayanan berjalan aman dan selamat,” kata Dini, Sabtu (8/11).
Menurutnya, pola rekayasa transportasi pada musim liburan kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, terdapat tambahan armada baru dari pihak swasta yang akan memperkuat layanan kapal di lintasan Punggur–Uban.
“Pergerakan penumpang masih paling tinggi di lintasan Punggur–Uban, serta Punggur ke Mengkapan dan Bengkalis, Riau,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penyeberangan, BPTD Kepri juga melakukan simulasi rekayasa operasional kapal. Langkah ini dilakukan untuk mengatur urutan sandar kapal dan memperlancar arus penyeberangan.
“Kami juga mendorong agar KMP Bahtera Nusantara 01 dapat kembali beroperasi pada masa Nataru. Saat ini kapal masih docking, dan diharapkan awal Desember sudah bisa melayani penumpang,” kata Dini.
Selain sektor laut, BPTD Kepri juga melaksanakan ramp check terhadap armada angkutan umum antarkota dalam provinsi (AKDP). Pemeriksaan dilakukan di Batam, Tanjungpinang, dan Natuna, dengan wilayah lain menyusul.
“Hasil ramp check terhadap 80 kendaraan AKDP di Batam dan Tanjungpinang, seluruhnya dinyatakan laik jalan,” ungkapnya.
Berikutnya, BPTD Kepri akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor dengan seluruh instansi terkait untuk mematangkan kesiapan layanan transportasi menjelang puncak liburan akhir tahun.
Berdasarkan proyeksi sementara, pergerakan penumpang kapal pada musim Nataru tahun ini diperkirakan naik sekitar 5 persen, lebih rendah dibanding lonjakan tahun lalu yang mencapai 11 persen.
“Tahun sebelumnya tercatat 66 ribu penumpang dan 11 ribu kendaraan menyeberang. Tahun ini kami perkirakan naik sekitar 5 persen,” tuturnya.
Penurunan persentase tersebut, kata Dini, dipengaruhi semakin beragamnya pilihan moda transportasi masyarakat, termasuk penerbangan yang kini lebih mudah diakses.
“Yang terpenting, kami ingin memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal tanpa mengesampingkan aspek keselamatan,” ujarnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : FISKA JUANDA