Buka konten ini

Natuna (BP) – Kepolisian Resor (Polres) Natuna berhasil mengamankan seorang pria bernama Wisnu yang kedapatan membawa senjata tajam di Kecamatan Bunguran Timur.
Aksi penangkapan ini dilakukan pada Minggu (2/11), setelah pria tersebut sempat meresahkan warga sejak malam sebelumnya.
Kehadiran Wisnu yang berkeliaran sambil membawa senjata tajam membuat warga yang melihatnya merasa takut dan khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan warga pun melaporkan kepada pihak polisi, saat petuga berusaha mengamankan Wisnu, salah seorang polisi terkena sajam Wisnu.
Peristiwa bermula pada Sabtu (1/11) malam, ketika sejumlah warga melihat pelaku berjalan di sekitar pemukiman sambil menggenggam senjata tajam di tangannya. Aksi nekat pria tersebut tidak berhenti di situ. Ia juga sempat membuat onar di beberapa lokasi, menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Beberapa warga bahkan memilih menutup pintu rumah dan tidak berani keluar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Natuna langsung membentuk tim untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap pelaku.
Tim gabungan segera menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian Wisnu.
Namun, pencarian pada malam hari sempat menemui kendala.
Pelaku yang mengetahui keberadaan petugas berhasil melarikan diri dan bersembunyi di tempat yang gelap.
Keesokan harinya, upaya pencarian kembali dilanjutkan. Pada siang hari, petugas akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan pelaku di wilayah Bunguran Timur.
Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Ricie, membenarkan penangkapan tersebut.
Ia mengatakan bahwa pelaku memang sudah dikenal sering meresahkan masyarakat, terutama saat berada dalam pengaruh minuman keras.
“Benar, pelaku sudah diamankan. Ia kerap membuat onar ketika mabuk, dan kali ini tindakannya sudah sangat membahayakan,” ujar Iptu Ricie, Senin, (3/11).
Ia menjelaskan bahwa pada malam pencarian, petugas sempat mendatangi rumah pelaku yang berlokasi di Jalan Sudirman, Natuna. Namun, Wisnu sudah tidak berada di tempat saat itu.
Polisi kemudian memperluas area pencarian hingga ke aliran sungai dan beberapa titik lain yang diduga menjadi jalur pelarian pelaku. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY